facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Kembali Digaungkan di Makassar

Muhammad Yunus Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:09 WIB

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Kembali Digaungkan di Makassar
FGD Ecosystem Connect Startup di Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat “Pemetaan Isu dan Potensi Daerah Dalam Pengembangan Usaha Rintisan Berbasis Teknologi Digital” di Kota Makassar, Jumat 24 Juni 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Untuk menjawab tantangan dunia digital ke depan

SuaraSulsel.id - Gerakan nasional 1000 Startup Digital kembali digaungkan di Kota Makassar. Untuk menjawab tantangan dunia digital ke depan.

Khaerul Umam Program dan Partnership Manager Hub 15 (Sulsel, Sulbar, Sultra) 1000 Startup Digital mengatakan tahun ini diharapkan semua anak muda di wilayah Sulawesi bisa terlibat.

"Kita akan bekerjasama dengan banyak kampus. Siapa saja yang mau bikin startup," kata Khaerul pada Focus Group Discussion Ecosystem Connect Startup di Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat, dengan tema “Pemetaan Isu dan Potensi Daerah Dalam Pengembangan Usaha Rintisan Berbasis Teknologi Digital”, Jumat 24 Juni 2022

1000 Startup Digital adalah pendampingan dan pemberdayaan untuk menjawab tantangan di dunia digital kedepannya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2016 dan saat ini telah bergabung 20 daerah pelaksana.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Makassar Hari Ini Alami Hujan Ringan

Program ini diharapkan dapat terus menjadi roda penggerak ekosistem digital Indonesia dan melahirkan startup-startup baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan bangsa.

Khaerul mengatakan, banyak dampak lokal dari gerakan 1000 startup. Misalnya munculnya pelaku usaha di bidang lingkungan seperti Lindungi Hutan. Bergerak di bidang penghijauan. "Sudah 70 ribu pohon ditanam," ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini sudah ada 85 ribu calon startup dengan 2.000 usaha sudah dikerjakan. "Harapan kami gerakan ini terus ditumbuhkan. Sehingga makin banyak memberikan dampak ke masyarakat,"

Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Barat Mustari Mula mengatakan teknologi membuat semua anak muda punya peluang menjadi pengusaha. Salah satu contoh remaja di Sulawesi Barat yang berhasil menjual sapu lidi ke India.

"Meski tinggal di kampung, tapi dengan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi, remaja di Sulawesi Barat viral. Karena menjual sapu lidi ke India tanpa bantuan pemerintah," katanya.

Baca Juga: Link Live Streaming PSM Makassar vs KL City di Piala AFC 2022

FGD Ecosystem Connect Startup di Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat “Pemetaan Isu dan Potensi Daerah Dalam Pengembangan Usaha Rintisan Berbasis Teknologi Digital” di Kota Makassar, Jumat 24 Juni 2022 [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]
FGD Ecosystem Connect Startup di Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat “Pemetaan Isu dan Potensi Daerah Dalam Pengembangan Usaha Rintisan Berbasis Teknologi Digital” di Kota Makassar, Jumat 24 Juni 2022 [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]

Ke depan, kata Mustari, infrastruktur telekomunikasi harus terus diperbaiki. Contoh di Sulawesi Barat masih ada 178 desa yang tidak terjangkau jaringan internet.

"Gerakan startup digital ini harus disosialisasikan lebih massif ke masyarakat," ungkap Mustari.

Muhammad Ilham Alimuddin Ketua ECDC STIE Tri Dharma Nusantara mengatakan untuk mensukseskan program ini, 1000 Startup harus menyajikan data dan kondisi startup Makassar.

Pemerintah harus menyajikan data isu dan potensi daerah masing-masing. Sehingga para pelaku startup dapat melihat peluang tersebut. Untuk menawarkan produk digital atau membuat produk baru bagi pengembangan daerah.

"Begitu pula bagi kami para akademisi dapat menjadikan acuan untuk melakukan penelitian dan pengabdian," ungkap Ilham.

Dia mengatakan, pemerintah harus membantu memasarkan dan membeli produk digital pelaku startup. "Misalnya ada digides untuk desa, dan kasir online untuk UMKM daerah, serta jasa lainnya," kata Ilham.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait