facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Andi Sudirman Terkesan, Dubes Perancis Sampaikan Sambutan Dalam Bahasa Indonesia

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 24 Juni 2022 | 12:04 WIB

Andi Sudirman Terkesan, Dubes Perancis Sampaikan Sambutan Dalam Bahasa Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, bersama Duta besar Prancis untuk Indonesia, Oliver Chambard di Makassar, Kamis,(23/6/2022).[Istimewa/Pemprov Sulsel]

Dalam pertemuannya pada Kamis (23/6/2022), Andi Sudirman menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan investasi di Sulawesi Selatan.

SuaraSulsel.id - Dalam pertemuannya dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Kamis (23/6/2022), Duta besar Prancis untuk Indonesia, Oliver Chambard menyampaikan sambutannya dalam bahasa Indonesia.

Hal ini pun membuat Gubernur Sulawesi Selatan ini pun terkesan. Ia pun mendukung hadirnya Alliance Francaise di Kota Makassar dan antusias dengan Duta Besar Prancis yang banyak memahami negara Indonesia.

“Kehadiran Alliance Francaise di Kota Makassar menjadi sarana edukasi dalam pengajaran bahasa dan promosi budaya Prancis di masyarakat Sulawesi Selatan,” tutur Andi Sudirman saat mendampingi Duta Besar Prancis untuk Indonesia Oliver Chambard meresmikan Alliance Francaise De Makassar dan Konsulat Prancis.

“Beliau sangat paham dengan Indonesia, bahkan menyampaikan sambutannya dalam Bahasa Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Calon Jemaah Haji di Makassar Bisa Tukar Uang di 5 Lembaga Jasa Keuangan Ini

Dalam pertemuan tersebut, Gubenur Sulawesi Selatan (Sulsel) juga memaparkan beragam potensi ekonomi dan investasi di provinsi diantaranya dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri.

"Diharapkan ke depan dapat menjadi peluang untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Perancis dan Indonesia, terkhusus untuk Sulawesi Selatan,” katanya.

Sementara itu, Oliver Chambard mengaku suatu kebahagiaan dan kehormatan hadir di Makassar dalam peresmian Alliance Francaise dan Konsulat Prancis di Makassar.

Konsul Kehormatan Prancis di Makassar Prof Ambo Tuwo memaparkan bahwa diplomasi memiliki misi yang tujuan akhirnya adalah keberlanjutan.

“Untuk keberlajutan bangsa diperlukan manusia adaptif yang bisa menghadapi kondisi kita yang selalu berubah. Oleh karena itu, kita butuh manusia adaptif, menyiapkan generasi ke depan,” ujarnya. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait