Hati-hati Penipu Menyamar Sebagai Pegawai Bank, Minta Nomor Kartu ATM dan PIN

OJK minta masyarakat mewaspadai modus kejahatan perbankan

Muhammad Yunus
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:22 WIB
Hati-hati Penipu Menyamar Sebagai Pegawai Bank, Minta Nomor Kartu ATM dan PIN
Kepala OJK Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean didampingi Mochammad Akbar selaku Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Papua dalam kegiatan Bincang Media OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Selasa 21 Juni 2022 [KabarPapua.co]

SuaraSulsel.id - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean mengimbau, seluruh masyarakat Papua agar mewaspadai modus kejahatan perbankan.

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, salah satu modus yaitu meminta korban mengisi link formulir. Meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

“Biasanya Social Engineerin (Soceng) mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media yang persuasif dengan cara membuat korban senang atau panik. Sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku,” ungkap Muhammad Ikhsan pada kegiatan Bincang Media OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Selasa 21 Juni 2022.

Ikhsan memaparkan empat modus Soceng yang marak dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya meminta PIN atau OTP. Pelaku Soceng juga kerap berpura-pura sebagai pegawai bank untuk menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank.

Baca Juga:Rumah Ustaz Yusuf Mansur Diserbu Massa Tagih Uang Investasi, Netizen Makin Julid

Biasanya, lanjut Ikhsan, penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu kemudian akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.

“Akun Layanan Konsumen Palsu Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan,” bebernya.

Untuk melancarkan aksinya, penipu juga akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu milik penipu atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

Modus berikutnya adalah tawaran menjadi agen laku pandai. Penipu penawaran jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

“Dalam menjalankan transaksi, petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP atau data pribadi. Cek selalu keaslian telepon dan akun media sosial, email dan website bank,” kata Iksan.

Baca Juga:5 Fakta Modus Begal Rekening yang Lagi Marak, Simak Cara Mengatasinya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini