facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelajar di Tana Toraja Setiap Hari Bertaruh Nyawa Menyeberangi Jembatan Gantung Rusak

Muhammad Yunus Kamis, 26 Mei 2022 | 10:18 WIB

Pelajar di Tana Toraja Setiap Hari Bertaruh Nyawa Menyeberangi Jembatan Gantung Rusak
Jembatan gantung di To'bulala, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan rusak parah [SuaraSulsel.id/Istimewa]]

Jembatan gantung di To'bulala, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan rusak parah

SuaraSulsel.id - Jembatan gantung di To'bulala, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan rusak parah. Masyarakat yang melintas terpaksa melewati jembatan kayu yang miring, bolong dan nyaris putus itu.

Kondisi jembatan ini pun ramai-ramai diunggah oleh warganet di media sosial. Dalam foto yang beredar, sejumlah pelajar terlihat sedang melintasi jembatan yang sudah rusak.

Mereka bertaruh nyawa demi bisa berangkat sekolah. Seolah menantang maut, para pelajar ini berjalan di atas jembatan yang rusak.

Di bawahnya, arus sungai cukup deras. Perlahan demi perlahan, pelajar melangkahkan kaki di atas potongan kayu yang ditambal sulam agar tak salah pijak.

Baca Juga: Pelajar di Way Kanan Tewas Ditusuk Teman Sebaya di Depan Sekolah

Bagian pinggir jembatan juga terlihat hampir jebol. Salah satu tiang penyangga jembatan bahkan patah.

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengakui keberadaan jembatan rusak tersebut. Jembatan itu adalah penghubung antara Desa Sarapeang dan Rembon.

Ia mengatakan sudah meminta pihak kecamatan agar segera merenovasi jembatan tersebut. Apalagi itu adalah salah satu akses tercepat bagi pelajar, jika hendak ke sekolah.

"Saya sudah minta pihak kecamatan koordinasi dengan PU untuk ditangani," ujar Theo, Kamis, 26 Mei 2022.

Sementara, warga sekitar, Mesak Linggi mengatakan kerusakan jembatan sudah cukup lama. Mereka selalu khawatir jika hujan deras datang, jembatan itu bakal ambruk.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Polisi Usut Pengeroyokan Siswa SMP di Semarang

"Sementara itu jalan yang dilalui anak-anak kalau mau ke sekolah. Kalau hujan licin dan tidak aman dilalui," ujar Talion.

Ia mengaku perbaikan jembatan selama ini atas sukarela warga sekitar saja. Belum ada perhatian oleh pemerintah atau wakil rakyat.

"Kadang diperbaiki oleh warga pakai kayu seadanya atau bambu. Kita sudah pernah sampaikan ke lurah, pemkab dan DPRD tapi belum ada tindaklanjut," ungkapnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait