facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

500 Anggota Polisi dan TNI Dikerahkan untuk Amankan Ritual Adat Pukul Sapu di Maluku Tengah

Muhammad Yunus Senin, 09 Mei 2022 | 18:03 WIB

500 Anggota Polisi dan TNI Dikerahkan untuk Amankan Ritual Adat Pukul Sapu di Maluku Tengah
Polresta Pulau Ambon dan PP Lease mengerahkan 500 personel gabungan Brimob dan Samapta dan Rider 733/BS untuk mengamankan jalannya kegiatan ritual adat pukul sapu [SuaraSulsel.id/Antara]

Polresta Pulau Ambon dan PP Lease mengerahkan 500 personel gabungan Brimob dan Samapta dan Rider 733/BS

SuaraSulsel.id - Polresta Pulau Ambon dan PP Lease mengerahkan 500 personel gabungan Brimob dan Samapta dan Rider 733/BS untuk mengamankan jalannya kegiatan ritual adat pukul sapu di Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah.

"Untuk pelaksanaan kegiatan pukul sapu atau 'bakupukul menyapu' ini sudah menjadi tradisi serta budaya dan agama, hanya kegiatan ini bisa disalah artikan kalau sudah dalam komunitas yang banyak jadi harus ada pengamanan dari pihak kepolisian," kata Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol Raja Arthur Simamora di Ambon, Senin 9 Mei 2022.

Penegasan Kapolresta disampaikan saat memimpin apel gelar pasukan pengamanan sebanyak 500 personel gabungan di halaman Mapolsek Leihitu.

Menurut dia, selama pelaksanaan tugas di lapangan harus mengedepankan prinsip humanis dan pahami tiga hal yaitu pengaturan lalu lintas baik untuk kendaraan maupun aktivitas masyarakat yang datang keluar masuk lokasi kegiatan di Mamala maupun Morela.

Baca Juga: Geger Video Polisi Ini Pamit Pipis saat Malam Takbiran Tapi Hilang Selama 4 Hari, Ditemukan Terikat di Gunung Keramat

Pengaturan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi orang-orang yang tidak berkepentingan yang dapat mengganggu kegiatan adat tersebut, dan anggota harus selektif terhadap masyarakat yang berpotensi melakukan gangguan Kamtibmas agar segera disuruh balik.

Pengamanan lokasi dimulai pukul 12.00 WIT karena sudah dilaksanakan kegiatan tradisi sebelum kegiatan puncak yakni tari-tarian lenso dan atraksi Bambu Gila.

"Kita hormati mereka yang sudah berada di lokasi termasuk di tempat acara puncak guna mengantisipasi jangan sampai ada benturan, dan apabila ada gejala gangguan Kamtibmas agar segera dibubarkan secara humanis dan berdayakan tokoh pemudanya," imbau Kapolresta.

Kapolresta yang didampingi Wakapolresta, AKBP Heri Budianto juga mengingatkan rekan-rekan bankom agar tidak berkumpul dan menyatu dengan anggota yang lain agar kegiatan ini berjalan baik dan aman.

"Pengamanan kontijensi juga harus dilakukan karena dikhawatirkan bila ada perubahan situasi maka kita harus siaga," tandasnya. (Antara)

Baca Juga: Lebih Cepat Dua Hari, Warga Muslim di Timur Indonesia Ini Rayakan Lebaran Idul Fitri Hari Ini

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait