– Melakukan Perbuatan Penipuan
Perbuatan menipu semisal mengurangi takaran timbangan, korupsi, pemalsuan data dapat termasuk dalam hal amalan dusta yang membuat puasanya akan sia-sia karena tergolong dari konsekuensi perkataan dusta dalam bentuk amalan sebagaimana dalam HR. Bukhari di atas bahwa perkataan dusta dan konsekuensi dari amalan itu diantara sebab puasa tak memiliki nilai.
– Berkata Sia-Sia Tidak Berfaedah
Perkataan sia-sia yang tidak memiliki faedah jika dilakukan seseorang maka akan menjadi sebab puasanya sia-sia saja. Ia sedang berpuasa tapi masih saja berbicara hal-hal yang sifatnya tidak bermanfaat. Ini penting pula untuk kita ketahui.
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Tasikmalaya Hari Ini, Minggu 17 April 2022
Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa” (HR. Ibnu Majah).
Dalam kitab Fathul Bari, makna lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak memiliki manfaat dan makna rofats adalah sebuah kata-kata yang sifatnya porno.
– Berkata Keji/Kotor
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Kota Pagar Alam Hari Ini, Minggu 17 April 2022
Perkataan keji/kotor dapat menjadikan puasa seseorang menjadi tak memiliki nilai.