suara mereka

Warga Kota Gorontalo Mulai Persiapkan Tradisi Akhir Ramadhan Tumbilotohe

Tradisi malam pasang lampu atau dikenal dengan istilah tumbilotohe

Muhammad Yunus
Sabtu, 16 April 2022 | 03:59 WIB
Warga Kota Gorontalo Mulai Persiapkan Tradisi Akhir Ramadhan Tumbilotohe
Warga Kota Gorontalo mulai memasang tiang bambu untuk dipasangi lampu hias. Merayakan tradisi tumbilotohe [Gopos.id]

SuaraSulsel.id - Warga Kota Gorontalo mulai mempersiapkan tradisi malam pasang lampu atau dikenal dengan istilah tumbilotohe.

Perayaan tradisi tumbilotohe umumnya berlangsung pada tiga malam menjelang akhir Ramadan.

Mengutip Gopos.id -- jaringan Suara.com, menjelang perayaan tradisi turun temurun itu, warga mulai menyiapkan berbagai pelengkapan.

Mulai dari penyediaan tiang untuk menempatkan lampu. Terbuat dari lampu botol dan lampu hias. Untuk menampilkan keindahan serta keunikan malam pasang lampu.

Baca Juga:Pandai Mengaji dan Berpantun, Kisah Cinta Fajar Lambaco Rupanya Nyesek: Tidak Perlu Jadian, Cukup Kejadian

Persiapan menyambut tradisi malam tumbilotohe mulai terlihat di beberapa wilayah di Kota Gorontalo. Seperti di Kelurahan Ipilo, Kelurahan Padebulol, serta Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo.

Di lokasi ini merupakan salah satu pusat perayaan tumbilotohe. Saat ini masyarakat di lokasi tersebut sudah menyiapkan perayaan tumbilotohe dengan memasang tiang-tiang yang nantinya akan ditempatkan lampu.

“Iya saya lihat ada masyarakat yang mulai melaksanakan aktivitas untuk menyambut malam pasang lampu,” kata Abdulatif Maliki, salah seorang warga.

Menurutnya, perayaan malam pasang lampu tahun ini akan lebih semarak dibandingkan dua tahun sebelumnya. Perayaan tumbilotohe pada dua tahun sebelumnya dilaksanakan secara sederhana dan terbatas karena situasi pandemi Covid-19.

Padahal sebelum Covid-19, perayaan tumbilotohe berlangsung semarak. Hampir di setiap kelurahan melaksanakan tradisi tumbilotohe.

Baca Juga:Dua Mahasiswa Tertangkap Kamera Bermesraan, Saat Mahasiswa Berunjuk Rasa di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo

“Memang kalau untuk lampu botol saat ini makin kurang. Sebab kondisi sekarang minyak tanah susah. Kemudian pandemi membuat aktivitas masyarakat juga berkurang,” ujarnya.

Ia berharap agar tradisi ini tetap terjaga, meski saat ini ketersediaan minyak tanah sebagai bahan baku utama lampu botol untuk tumbilotohe terbatas, dan harganya pun terbilang mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini