"Lahan rumput sapinya terganggu, produksi sapinya menurun cukup besar. Karena itu harga daging sapi di luar juga tinggi," jelasnya.
Sehari sebelum ramadhan, harga kenaikan pangan di Kota Makassar cukup drastis. Seperti cabai, bawang, bahkan ayam.
Komoditas yang aman hanya telur sebesar Rp38 ribu per rak. Namun Menteri Pertanian menjamin stok tetap aman.
Harga ayam naik dari Rp65 ribu per ekor menjadi Rp75 ribu. Sementara cabai rawit dari harga Rp32 ribu per kilogram, naik menjadi Rp50 ribu.
Begitupula dengan minyak goreng di pasaran. Distribusinya di sebut tidak lancar.
Syahrul mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan soal ini. Pasalnya, stok minyak goreng yang disalurkan pemerintah pusat lebih besar dibanding kebutuhan warga Sulsel.
"Kita ada stok minyak goreng 17.419 ribu liter. Kebutuhan hanya 9.908 liter tapi pedagang mengeluh," ujarnya.
Menurut pengakuan pedagang, minyak langka karena ada pembatasan distributor. Padahal sebenarnya stok ada.
"Di agen ada, di pengecer ada. Tapi yang ditaruh di depan dagangan itu hanya sedikit. Jadi terkesan sedikit. Padahal menurut dia (pedagang) ada walaupun suplainya tidak maksimal," tandasnya.
Menurut Syahrul, ketersediaan dan harga kebutuhan pokok komoditas pertanian saat ini terpantau tersedia dan masih stabil.