Wajib Tahu! Ini Perbedaan Haji dan Umroh

Meski sama-sama ibadah perjalanan ke Mekah dan Madinah, terdapat perbedaannya haji dan umroh, mulai dari rukun, waktu pelaksanaan, hukum hingga kewajiban.

Pebriansyah Ariefana
Minggu, 06 Maret 2022 | 20:04 WIB
Wajib Tahu! Ini Perbedaan Haji dan Umroh
Ilustrasi Haji Saat Pandemi (Twitter Ministry of Hajj)

Maka dari itu, ibadah haji menjadi wajib jika seorang umat muslim memiliki dana cukup untuk terbang ke Mekah dan Madinah. Mampu dalam hal ini juga mencakup kesehatan jasmani dan rohani. Jika seorang umat muslim memiliki kemampuan untuk berangkat, namun tidak mau, maka itu termasuk dalam sikap kufur.

Sementara hukum dari umroh sendiri masih terdapat perbedaan di kalangan ulama. Syekh Wahbah al-Zuhaili menjelaskan dalam al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, bahwa menurut ulama mazhab Hanafi dan dua pendapat paling unggul di antara ulama mazhab Maliki, melakukan umroh itu sunnah muakkad selama seumur hidup sekali.

2. Rukun

Rukun merupakan ritual tertentu yang menjadi penentu keabsahan haji atau umrah (batal atau tidaknya). Rukun tak bisa diganti dengan dam atau denda.

Baca Juga:Disebut Doddy Sudrajat Tak Melamar Secara Baik-Baik, Haji Faisal: Vanessa Angel Melarang

Nah, nukun menjadi perbedaan haji dan umroh. Wukuf di Arafah menjadi rukun dalam haji, namun tidak dalam umroh. Sementara rukun lain, seperti ihram, tawaf, sai dan memotong rambut, antara haji dan umroh memiliki kesamaan.

3. Waktu Pelaksanaan

Ketentuan tentang waktu pelaksanaan haji dan umroh memiliki perbedaan. Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menuturkan, waktu dalam haji adalah mulai dari permulaan bulan Syawal sampai fajar hari raya Idul Adha. 

Sementara umroh bisa dilakukan sepanjang tahun. (Abu Abdil Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantani, Nihayah al-Zain, al-Haromain, hal. 201).

4. Kewajiban

Baca Juga:Kue Bawang Buatan Ibu Fuji Jadi Rebutan Aurel, Ashanty dan Krisdayanti: Mahalnya karena Merek

Kewajiban dalam hal ini adalah rangkaian ritual manasik yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan haji dan umroh. Namun, wajib diganti dengan dam atau denda.

Dilihat dari segi kewajiban, haji dan umroh memiliki perbedaan. Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari menjabarkan, kewajiban-kewajiban haji yaitu ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah dan Mina, tawaf wada dan melempar batu. (Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari, Qurrah al-Aini, al-Haramain, hal. 210).

Sementara Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani berkata kewajiban-kewajiban umroh ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. (Syekh Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantaniy, Tausyikh ‘Ala Ibni Qosim, al-Haramain, hal. 239)

Demikian uraian tentang perbedaan haji dan umroh. Semoga penjabaran ini dapat menambah pengetahuan tentang ibadah umat Islam, yakni haji dan umroh.

Kontributor : Lukman Hakim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini