Rp1,65 Miliar Digelontorkan untuk Petani Kedelai di Sulawesi Selatan

Untuk membantu petani dalam budidaya kedelai di beberapa daerah di Sulsel

Muhammad Yunus
Minggu, 27 Februari 2022 | 08:50 WIB
Rp1,65 Miliar Digelontorkan untuk Petani Kedelai di Sulawesi Selatan
Perajin membuat tahu dari kedelai impor di Mulyorejo, Malang, Jawa Timur, Jumat (18/2/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

SuaraSulsel.id - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan menyebut pemerintah gelontorkan anggaran sebesar Rp1,65 miliar untuk membantu petani dalam budidaya kedelai di beberapa daerah di Sulsel.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Sulsel Syaiful di Makassarvmengatakan, khusus di Sulsel pemerintah telah menetapkan lima kabupaten untuk pengembangan budidaya kedelai.

"Melambungnya harga kedelai juga menjadi permasalahan tersendiri, tetapi pemerintah akan berupaya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya, Sabtu 27 Februari 2022.

Syaiful mengatakan, gelontoran anggaran kepada para petani untuk membantu dalam pembinaan dan peningkatan produksi kedelai dalam negeri.

Baca Juga:Harga Tahu Tempe di Tangerang Selatan Kembali Normal

Budidaya kedelai di Sulawesi Selatan akan difokuskan di lima kabupaten yakni Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Pinrang.

Melalui Kementerian Pertanian, bantuan pembinaan untuk petani kedelai diharapkan mampu meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagesl) Nugroho Wahyu Widodo menyebut jika periode Januari 2022, para pengusaha banyak melakukan ekspor minyak sawit mentah atau CPO.

"CPO banyak diekspor karena harganya sangat tinggi dan pengusaha lebih suka jual CPO keluar negeri," ujar Nugroho Wahyu Widodo.

Ia mengatakan, kelangkaan minyak goreng juga karena umumnya pengusaha sawit banyak melakukan ekspor CPO keluar negeri karena memang harganya tinggi.

Baca Juga:Harga Kedelai di Sampang Melejit, Pemdanya Tak Berkutik

Nugroho menjelaskan, CPO termasuk salah satu komoditas yang diberikan bea keluar dan kontribusinya terhadap negara pada di bidang kepabeanan dan cukai itu cukup besar.

Meski tidak merincikan, dirinya tetap menyebut jika penerimaan pada bea keluar sudah mampu mengumpulkan Rp5,67 miliar atau sekitar 89,86 persen dari target Rp6,31 miliar.

"Kalau untuk bea keluar ini sudah cukup banyak dan umumnya itu adalah penerimaan dari CPO. Kalau secara persentase sudah 89,86 persen dari target Rp6,31 miliar," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini