Kepada Nurizzani, Fredy mengaku tinggal sendiri di Kota Palopo. Ia ditelantarkan oleh anaknya.
Untuk menghidupi kebutuhannya sehari-hari, Fredy mengandalkan pemberian orang dengan membuka jasa urut.
"Bapaknya juga bilang, saya tidak tahu salah apa. Anak saya tidak ada yang mau lihat, padahal saya tidak mau uangnya. Hancur sekali hati saya ini, saya yang kasih sekolah mereka tapi saya tidak diingat," tulisnya.
Nurizzani juga mengatakan bahwa Fredy dirawat dua minggu lebih di rumah sakit itu. Selama dirawat, ia tidak pernah dijenguk oleh keluarganya.
Baca Juga:Naik Dua Kali Lipat, Selama Februari Sleman Lakukan 27 Pemakaman dengan Protokol Covid-19
Fredy hanya dibantu oleh perawat rumah sakit. Ia juga mengaku tak punya lagi harta jika keluar dari rumah sakit.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing