Warga Galesong lainnya bernama Hasna Daeng Pati menyebut bahwa dirinya tertarik ikut merasakan fasilitas transportasi pemerintah itu, lantaran banyaknya masyarakat yang mengaku senang dan merasa nyaman saat menaikinya.
"Tapi ada juga yang sakit kepala naik bus, katanya. Mungkin belum terbiasa atau duduknya di belakang," ujar Hasna.
Meski demikian, uforia warga kian terasa saat hendak naik ke bus. Senyum anak-anak tampak menghiasi wajah mereka tatkala juru kemudi mulai mempersilahkannya naik, tentu dengan harus scan barkode dari aplikasi "Teman Bus" terlebih dahulu serta memastikan bahwa anak tersebut didampingi orang dewasa.
Jika sebelumnya masih cuma-cuma, kini penumpang diharuskan mengunduh aplikasi Teman Bus. Setiap akun bisa digunakan untuk dua orang dan belum berbayar.
Baca Juga:5 Kafe Bernuansa Alam di Sulawesi Selatan, Nyaman Dikunjungi Saat Akhir Pekan
Antusias masyarakat menggunakan Teman Bus diakui pula oleh sejumlah juru mudi, salah satunya ialah Asrianto yang kesehariannya menjajal rute Mal Panakkukang Makassar-Pelabuhan Galesong Takalar.
Asrianto menyebut penumpang Teman Bus meningkat saat akhir pekan, meskipun diakui penumpang tetap selalu ada di hari-hari yang lain.
"Banyak sekali kalau Sabtu, apalagi Hari Minggu. Bahkan berdesak-desakan," katanya.
Sejumlah peraturan selama di atas bus juga menjadi perhatian, seperti tidak boleh makan dan minum, termasuk mengkonsumsi permen.
Asrianto mengemukakan dirinya belum mendapati hambatan selama menjadi juru mudi "Teman Bus" dan berharap pekerjaannya tetap lancar di tengah sulitnya ekonomi yang ia rasakan sejak pandemi COVID-19.
Baca Juga:Ada Penyekatan di Exit Tol Pasteur, Objek Wisata Lembang Kena Getahnya
Kurangi kepadatan jalan