Penah Tolak Vaksin Anak, Ini Kumpulan Kontroversi Oki Setiana Dewi Sebelum Ujaran KDRT

Kakak Ria Ricis ini adalah seorang penceramah agama Islam. banyak kalangan yang bilang ujaran Oki Setiana Dewi ini kurang tepat.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 04 Februari 2022 | 13:50 WIB
Penah Tolak Vaksin Anak, Ini Kumpulan Kontroversi Oki Setiana Dewi Sebelum Ujaran KDRT
Tangkapan layar ceramah Oki Setiana Dewi soal istri tutupi KDRT. [Instagram]

SuaraSulsel.id - Oki Setiana Dewi bukan hal pertama bikin kontroversi soal KDRT. Sebelumnya, Oki Setiana Dewi pernah tolak vaksin anak.

Kakak Ria Ricis ini adalah seorang penceramah agama Islam. banyak kalangan yang bilang ujaran Oki Setiana Dewi ini kurang tepat.

Berikut Kumpulan Kontroversi Oki Setiana Dewi:

1. Sempat Tak Mau Vaksin Anak

Baca Juga:Viral Video Ceramah Oki Setiana Dewi Dianggap Legalkan KDRT, Ini Kata Ketua MUI KH Cholil Nafis

Oki sempat disalahkan karena tidak memberikan vaksin pada anaknya, Maryam dan Khadeejah. Keputusan Oki tersebut membuat anaknya menderita campak hingga harus diopname pada 2017 lalu.

Dokter Piprim Basaran Yunarso, seorang dokter anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ikut mengomentari sikap Oki tersebut. Sang dokter sempat menuliskan di Facebooknya bahwa ia sudah mengingatkan Oki mengenai pentingnya imunisasi.

2. Dianggap Sindir Ria Ricis

Dalam video ceramah lawas, Oki sempat membahas tentang seseorang yang cari perhatian di media sosial. Video ceramah Oki itu kembali viral dan dinilai menyindir Ria Ricis secara tidak langsung.

"Ada jenis orang yang yang sedikit-sedikit masalah hidupnya diposting di sosial media. Kenapa? cari perhatian ya, jadi posting-posting di sosial media. Dikit-dikit masalah rumah tangga diposting di sosial media. Dikit-dikit apa-apa diposting di sosial media," ujar Oki dalam sebuah video yang dinilai menyindir adik kandungnya sendiri secara tidak langsung.

Baca Juga:Isi Permohonan Maaf Lengkap Oki Setiana Dewi Usai Ceramah Tuai Polemik

3. Dianggap Normalisasi KDRT

Oki Setiana Dewi diserang karena ceramahnya tentang cara seorang istri yang menutupi aib sang suami. Dalam ceramah tersebut, diceritakan ada suami yang melakukan kekerasan pada istrinya. Di saat yang sama orangtua sang istri datang dan menanyakan kenapa anaknya menangis.

Bukan mengadukan perlakuan suaminya, sang istri justru menutupi hal tersebut. Sang suami tersentuh karena istrinya tak membongkar aibnya. Ketika itu Oki memang memberi contoh soal kepatuhan istri namun dianggap menormalisasi KDRT.

4. Dinilai Pembohongan Publik

Pada 2016 lalu, Oki mendapat kritik dari masyarakat hingga muncul petisi online agar menghapus gelar ustazah yang diberikan kepadanya. Oki dinilai melakukan pembohongan publik tentang short course (kuliah) lewat jalur mustami dan masuk kelas persiapan bahasa di Universitas Ummul Quro. Disebutkan Oki tak pernah kuliah di sana.

Dalam petisi online itu juga disebutkan bahwa Oki tak memiliki ilmu yang mumpuni sebagai pendakwah. Ia dinilai masih belum fasih dalam pelafalan hadis dan ayat-ayat yang disampaikan dalam kajiannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak