alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perempuan di Pangkep Dianiaya Suami Pakai Parang, Polisi Tidak Bisa Proses Hukum

Muhammad Yunus Jum'at, 14 Januari 2022 | 15:41 WIB

Perempuan di Pangkep Dianiaya Suami Pakai Parang, Polisi Tidak Bisa Proses Hukum
Ilustrasi korban penganiayaan [Instagram/@ngalamlop]

Korban dianiaya menggunakan senjata tajam jenis parang

SuaraSulsel.id - Perempuan bernama Jumria (37 tahun) diduga menjadi korban penganiayaan oleh suaminya, Pete Dade (44 tahun). Korban dianiaya menggunakan senjata tajam jenis parang.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Kassi Loe, Desa Kassiloe, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis 13 Januari 2022 pukul 09.00 Wita, kemarin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkep AKP Eka Bayu mengatakan, pelaku menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis parang.

Sehingga, korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis akibat mengalami luka pada bagian kepala.

Baca Juga: Motif Ibu Tiri Aniaya Anak di Medan: Emosi Lihat Korban Belajar

"Betul pakai parang atau golok. Kena kepalanya kalau tidak salah," kata Bayu saat dikonfirmasi SuaraSulsel.id, Jumat 14 Januari 2022.

Bayu menerangkan korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Pirmangsa (22 tahun) setelah pulang bekerja di sawah.

Kala itu, Jumria sudah dalam posisi tertunduk di kolong rumah dengan kondisi berlumuran darah.

Sedangkan, Pate Dade berada di depan rumah sambil memegang parang di tangannya.

Pirmangsa yang melihat kejadian itu, langsung mendatangi pelaku dan merebut parang tersebut.

Baca Juga: Gerebek Suami di Mobil Bareng 'Bhayangkari Baru', Saat Pintu Dibuka Ternyata...

Dari situ, Pirmangsa kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Untuk membantu membawa korban ke rumah sakit. Dikarenakan mendapat luka robek pada bagian kepala dan pelipis di sebelah kanan.

Hanya saja, kata Bayu, kasus ini tidak dapat diproses di kepolisian. Sebab, belakangan diketahui bahwa pelaku yang menganiaya korban ternyata sakit jiwa.

Saat ini kondisi korban telah mulai stabil dan sudah dapat diajak berkomunikasi kembali.

"Suaminya nggak waras, ODGJ. Pernah dirawat. Kasusnya tidak bisa diproses karena orang gila. Dari korban sendiri tidak mempermasalahkan. Tidak melapor, dia cuma mau suaminya dirawat dan kepala desa setempat sudah memfasilitasi juga," katanya.

Kontributor : Muhammad Aidil

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait