SuaraSulsel.id - Kodim 1418 Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menurunkan personil TNI untuk membantu masyarakat korban banjir di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju.
"Personil TNI diturunkan untuk melakukan evakuasi barang berharga milik masyarakat agar tidak dirusak banjir," kata Dandim 1418 Mamuju Kolonel Infanteei Denny Pramono, SE di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan kodim Mamuju sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh personil khususnya para Babinsa agar selalu sigap dalam membantu warga yang ada di wilayah Teritorialnya ketika dilanda bencana.
"Telah diinstruksikan kepada seluruh Babinsa untuk tetap siap dan siaga dalam mengantisipasi apabila terjadi hujan deras yang mengakibatkan bencana," katanya.
Baca Juga:Dianggap Mampu Tangani Banjir di Bontang, Waduk Kanaan Tak Dimaksimalkan Pemkot, Kok Bisa?
Menurut dia, kondisi banjir akibat meluapnya sungai Toabo telah surut seiring berhentinya hujan deras di wilayah itu.
Namun personil TNI tetap membantu warga melakukan evakuasi barannya dan juga melakukan pembersihan rumah penduduk yang direndam banjir.
Banjir di Desa Toabo dengan ketinggian 20 centi meter sampai 50 centi meter menjadi langganan warga setiap tahun ketika hujan intentitasnya sehingga mesti tetap di waspadai apalagi curah hujan masih sangat tinggi.
Banjir tersebut mengakibatkan puluhan warga Desa Toabo melakukan pengundian ketempat lebih aman agar terhindar dari bahaya banjir yang merendam pemukimannya.
"Banjir di Desa Toabo juga merendam lahan pertanian warga dan juga merendam arus trans Sulawesi yang mengakibatkan sulit dilalui kendaraan yang akan melintas," kata Haerul salah seorang warga. (Antara)
Baca Juga:Edy Rahmayadi Bilang Banjir di Madina Sumut Akibat Tambang Ilegal