Strategi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Hadapi Digitalisasi

Memperkuat digitalisasi pasar rakyat

Muhammad Yunus
Selasa, 14 Desember 2021 | 21:23 WIB
Strategi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Hadapi Digitalisasi
Munas Asparindo di Jakarta, Selasa (14/12/2021) [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Joko memaparkan, sejumlah pasar rakyat di beberapa daerah sudah menerapkan sistem belanja digital. Seperti yang dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tim digitalisasi Asparindo akan memacu digitalisasi di daerah-daerah lainnya,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Asparindo Sulawesi Saharudin Ridwan mengatakan, pihaknya sejak tahun lalu sudah menerapkan transaksi belanja digital di tiga pasar di Makassar melalui Baruga Pasar.

Saharudin yang juga Direktur Operasional PD Pasar Makassar menjelaskan, lewat Baruga Pasar, konsumen cukup membuka aplikasi Whatsapp dan menghubungi call center untuk memesan barang yang diinginkan. Daftar barang dan harganya ada dalam aplikasi tersebut.

Baca Juga:Harga Minyak Goreng Tinggi, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar

Pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Grab, Gojek, dan Tokopedia untuk memudahkan transaksi daring. Saat ini, Blibli juga sedang menjajaki kerja sama.

Pihaknya juga mengakomodasi keunikan pasar tradisional yakni aktivitas tawar menawar. Melalui aplikasi WA bisnis, pembeli bisa bertransaksi langsung dengan video call bersama pedagang, sehingga bisa mendapat barang yang dibutuhkan dengan harga yang cocok.

Saharuddin mengatakan, tema Digitalisasi Pasar Rakyat yang diusung Asparindo dalam Munas 2021 sangat penting. Hal itu karena bisa meningkatkan pelayanan pasar rakyat terhadap kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan sembako atau kebutuhan sehari-hari.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai, pengurus PD Pasar haruslah orang yang mengerti karakteristik konsumennya seperti apa, sehingga bisa mengelola pasar dengan lebih baik, bersih, dan rapi. Pengelola jangan berasal dari kroni penguasa atau titipan partai politik untuk mengelola PD Pasar.

“Sebaiknya dipilih orang profesional yang paham mengenai perkembangan zaman dan karakteristik konsumen pasar, sehingga strategi pengelolaan jauh lebih tertata,” ujar Huda.

Baca Juga:Ajak Ngobrol PKL di Wonosobo, Ternyata Ini yang Ditanyakan Presiden Jokowi

Pada kesempatan terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa mendorong adanya perubahan pengelolaan di pasar. Sebab, akibat pandemi, penjualan melalui jalur konvensional sudah tidak laku lagi. Konsumen lebih memilih beralih ke pasar transaksi online sehingga penjual harus mengikuti tren itu.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan, adaptasi menjadi kunci agar pasar tetap eksis sekaligus bertahan dalam situasi krisis. Mengingat saat ini Indonesia telah didera oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun terakhir ini.

“Dengan perkembangan transaksi jual beli lewat online itu suatu keniscayaan yang tidak bisa kita hindari," ujar Wakil Rakyat dari Dapil Maluku itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini