alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siswi SMA Dibunuh di Papua, Polisi Ungkap Pelaku Adalah Pacar Korban

Muhammad Yunus Minggu, 21 November 2021 | 08:26 WIB

Siswi SMA Dibunuh di Papua, Polisi Ungkap Pelaku Adalah Pacar Korban
Satuan Reskrim Polres Kepulauan Yapen berhasil mengungkap kasus penemuan mayat gadis 17 tahun di sekitar Tower Polda Papua, Kampung Sarwandori, Serui [Kabarpapua.co]

Kasus penemuan mayat gadis 17 tahun di sekitar Tower Polda Papua

SuaraSulsel.id - Satuan Reskrim Polres Kepulauan Yapen berhasil mengungkap kasus penemuan mayat gadis 17 tahun di sekitar Tower Polda Papua, Kampung Sarwandori, Serui, Rabu 17 November 2021.

Korban diketahui berinisial SW. Tercatat sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Serui.

Sementara pelaku diketahui berinisial YW merupakan pacar korban.

Belum diketahui motif penganiayaan yang menyebabkan gadis cantik tersebut meregang nyawa.

Baca Juga: Ayah di Gunungsitoli Diduga Gangguan Jiwa Bunuh Anak Kandung Lalu Coba Bunuh Diri

Pantauan KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, kepolisian mengamankan sebuah ponsel genggam dan tas milik korban.

Kasus pembunuhan gadis cantik berinisial SW di sekitar Tower Polda Papua, Kampung Sarwandori, Kabupaten Kepulauan Yapen menyisakan duka bagi keluarga korban.

Rasa kehilangan tak bisa ditutupi paman korban, Alex Rematobi. Apalagi korban dikenal sebagai sosok yang baik, ceria, sangat penurut kepada keluarga dan rajin beribadah.

“Keponakan saya (korban) merupakan sosok yang baik, ceria, sangat penurut kepada keluarga dan rajin ibadah. Kami sangat kehilangan,” ucap Alex kepada KabarPapua.co, Jumat 19 November 2021.

Alex pun meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya kepada pelaku yang telah menghilangkan nyawa sang keponakan. Bahkan, Alex meminta darah dibayar darah sebagai hukumannya.

Baca Juga: Hakim Batalkan Vonis Bersalah Atas Dua Terpidana Pembunuhan Malcolm X

“Saya meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya, jika perlu darah bayar darah, cuma apa itu bisa? bila tidak bisa, maka kami minta pelaku dipenjara seumur hidup, namun hukum adat juga berlaku,” kata Alex.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait