alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sinopsis The Raid: Bukan Film Action Lokal Kaleng-kalengan

Pebriansyah Ariefana Senin, 25 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Sinopsis The Raid: Bukan Film Action Lokal Kaleng-kalengan
Poster film The Raid 2: Berandal. (www.collider.com)

The Raid salah satu film action lokal yang perlu diacungi jempol. Di artikel ini akan dibahas secara dalam sinopsis The Raid.

SuaraSulsel.id - Mungkin Anda setuju jika film The Raid bukan film action lokal kaleng-kalengan. The Raid salah satu film action lokal yang perlu diacungi jempol. Di artikel ini akan dibahas secara dalam sinopsis The Raid.

Sang sutradara The Raid, Gareth Evans berhasil sukses menunjukkan sinopsis The Raid dan alur cerita yang ringan tapi dipadu dengan kemampuan akting para pemainnya yang baik. Ditambah pengambilan gambar dan koreografi bela diri memukau, tak heran jika The Raid mendunia.

Pada film The Raid ini, Evans benar-benar ingin mengenalkan kepada dunia tentang salah satu cabang bela diri yang sudah melekat dengan budaya Indonesia, yakni Pencak Silat. Faktanya film ini berhasil mencuri perhatian para pecinta film action di seluruh dunia. Bahkan The Raid berhasil meraup keuntungan sebesar 9,3 juta dolar AS (Rp 134,6 miliar). Sekuel keduanya, The Raid 2: Berandal pun tak kalah sukses hingga mencacatkan pendapatan 6,6 juta dolar AS.

The Raid mengambil latar pada sebuah daerah kumuh di Jakarta. Tepatnya pada sebuah apartemen terbengkalai yang akhirnya dialihfungsikan oleh gembong sindikat narkoba sebagai markas besarnya. Karena berada pada tempat yang tertutup dan terbengkalai membuat segala aktivitas yang ada dalam lingkungan apartemen itu tidak terendus oleh siapapun, bahkan oleh polisi sekalipun.

Baca Juga: Sinopsis The Raid dan Daftar Pemainnya, Budaya Silat dalam Film Action

Aksi dimulai saat sekelompok pasukan khusus dari tim kepolisian yang memutuskan untuk menindaklanjuti terkait isu yang beredar. Sebanyak 20 anggota polisi dengan keahlian khusus diperintahkan untuk membongkar sekaligus melenyapkan seluruh kegiatan penjualan obat-obatan terlarang pada bangunan tersebut.

Poster film The Raid. (Merantau Film)
Poster film The Raid. (Merantau Film)

Sersan Saka yang ditunjuk sebagai ketua operasi bersama dengan Rama dan Letnan Wahyu bergerak setelah mendapatkan laporan dari salah satu penghuni apartemen tersebut. Mereka mulai bergerak secara hati-hati dan penuh kewaspadaan, setiap lantai mereka susuri. Malangnya, salah satu penghuni apartemen berteriak untuk memberikan informasi bahwa apartemen tersebut sudah disusupi oleh anggota kepolisian.

Rupanya informasi yang diberikan oleh mata-mata tersebut sudah sampai di telinga Tama dan sang algojo ‘mad dog’. Tama segera memerintahkan anak buahnya untuk segera menghabisi sekelompok polisi khusus itu.

Aksi baku tembak tidak bisa terelakan lagi. Salah satu anggota polisi meregang nyawa akibat timah panas yang berhasil disarangkan oleh penembak runduk yang diperintahkan oleh Tama.

Keadaan bertambah semakin keruh saat Tama mengumumkan sayembara melalui saluran radio kepada para penghuni apartemen. Ia mengajak penghuni apartemen yang rata-rata adalah kriminal untuk menghabisi pasukan polisi tersebut. Imbalannya, sewa gratis untuk tinggal di bangunan tersebut.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Kocom, Pembuat 'Potongan Tubuh Manusia' di Bekasi

Ada sedikit drama yang terjadi di tengah aksi laga pada film ini, di tengah keseruan pertikaian antara polisi dan anak buah Tama. Andi yang merupakan salah satu orang kepercayaan Tama rupanya merupakan kakak dari Rama, ia merupakan salah satu anggota keluarga yang dikucilkan dari rumah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait