alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Yusri Mengaku Tak Pernah Terpikir Upaya Melestarikan Penyu Berbuah Penghargaan Kalpataru

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 15 Oktober 2021 | 16:32 WIB

Yusri Mengaku Tak Pernah Terpikir Upaya Melestarikan Penyu Berbuah Penghargaan Kalpataru
Pecinta Penyu asal Polewali Mandar Muhammad Yusri (tengah) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) pada pemberian penghargaan Kalpataru tahun 2021, di Jakarta, Kamis (14/10).

Kepedulian pelestarian penyu, mulai dirintis Yusri Mampie sejak 2003 silam. Namun, perjuangannya menjaga satwa langka dan dilindungi itu mulai membuahkan hasil, sepuluh tahun

SuaraSulsel.id - Pecinta Penyu asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Muhammad Yusri mengaku tak pernah terpikir akan mendapatkan penghargaan Kalpataru 2021 atas upayanya dalam melestarikan penyu.  

Ketika dihubungi dari Mamuju, Yusri yang mendapatkan penghargaan Kalpataru kategori perintis Lingkungan ini mengaku fokus pada penyu bukan bertujuan untuk mendapat penghargaan.

"Saya tidak pernah kepikiran untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru ini, karena memang saya hanya fokus pada pelestarian penyu saja, bukan untuk mendapat penghargaan," kata Muhammad Yusri, yang akrab disapa Yusri Mampie, Jumat (15/10/2021)

Akan tetapi ia mengaku bahwa di tengah perjalanan melestarikan penyu, pemerintah dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberi apreasiasi.

Kepedulian pelestarian penyu, mulai dirintis Yusri Mampie sejak 2003 silam. Namun, perjuangannya menjaga satwa langka dan dilindungi itu mulai membuahkan hasil, sepuluh tahun kemudian atau pada 2013.

Kemudian, pada 2015 aktivitas pelestarian penyu itu dibentuk dalam sebuah kelompok peduli lingkungan yang kemudian dikukuhkan menjadi organisasi Sahabat Penyu pada 2016.

Upaya pelestarian penyu yang dilakukan Sahabat Penyu di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, melalui sistem 'Adopsi Penyu' yang berdampak pada bertambahnya populasi penyu dan berkurangnya telur penyu yang dijual di pasar tradisional di Kabupaten Polewali Mandar inilah yang menjadikan Yusri Mampie diganjar penghargaan Kalpataru yang diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, pada Kamis (14/10/2021).

"Tentunya, saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan tertinggi tersebut," ucapnya.

"Namun secara tidak langsung, penerimaan penghargaan ini pada saya sebenarnya bukan akhir dari perjuangan penyelamatan lingkungan khususnya pelestarian penyu. Akan tetapi ini adalah amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dan dijaga, bukanlah akhir dari proses yang selama ini saya lakukan," tambahYusri Mampie. (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait