alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kementerian Perhubungan Libatkan Warga Buka Akses Jalan di Kabupaten Konawe Kepulauan

Muhammad Yunus Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:50 WIB

Kementerian Perhubungan Libatkan Warga Buka Akses Jalan di Kabupaten Konawe Kepulauan
Kegiatan padat karya pengerjaan pembukaan akses jalan menuju Menara Suar Tanjung Pemali di wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan oleh Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Kendari. (Kementerian Perhubungan)

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan padat karya

SuaraSulsel.id - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan padat karya. Pengerjaan pembukaan akses jalan menuju Menara Suar Tanjung Pemali di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Kendari, Abdul Kasim mengatakan padat karya tersebut diikuti oleh 40 warga sekitar dan berlangsung selama 10 hari.

“Padat karya berlangsung selama 10 hari dengan upah Rp120 ribu per orang per hari,” kata Abdul Kasim dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa 12 oktober 2021.

Abdul Kasim mengungkapkan, akses jalan di Pulau Wawonii yang terletak di Kabupaten Konawe Kepulauan tersebut masih terisolir dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan sehingga para penjaga Menara Suar dan warga sekitar harus berjalan kaki saat membawa logistik.

Baca Juga: Tersangka Korupsi Proyek Tol Laut Kementerian Perhubungan Diserahkan ke Kejaksaan

Ia menjelaskan, kegiatan padat karya itu meliputi pembuatan jalan setapak yang berjarak 120 meter dan pembersihan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghadirkan negara ke tengah-tengah masyarakat, sehingga tercipta solidaritas dan sinergi dalam upaya menciptakan kesejahteraan bersama, khususnya bagi masyarakat sekitar.

“Kegiatan padat karya ini dilakukan secara swakelola sehingga bisa melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara berkelompok dengan diawasi oleh tenaga terlatih yang berasal dari unsur masyarakat untuk memastikan hasil pekerjaan berkualitas dan mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat.

Pertimbangan dan prioritas tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian khusus, tidak bekerja dalam waktu yang lama, dan mempertimbangkan juga masyarakat yang memerlukan pekerjaan guna menyambung kelangsungan perekonomian.

Baca Juga: Anak di Bawah Usia 12 Tahun Boleh Naik Pesawat, Ini Syaratnya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menjelaskan bahwa kegiatan padat karya ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk mendorong perekonomian masyarakat terutama yang terdampak oleh pandemi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait