Emas Pertama Kontingen Sulsel Dipersembahkan Atlet Muaythai

Prestasi membanggakan diberikan atlet Sulawesi Selatan

Muhammad Yunus
Minggu, 03 Oktober 2021 | 17:04 WIB
Emas Pertama Kontingen Sulsel Dipersembahkan Atlet Muaythai
Atlet Muaythai Sulsel berhasil menyabet medali di PON Papua, Minggu 3 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / KONI Sulsel]

"Ini adalah sejarah pertama kalinya di PON. Cabor Basket untuk putri tembus semifinal," tukas Arwin.

Diketahui, Sulsel sebelumnya juga sudah mengamankan satu emas dari cabang olahraga Kabaddi. Namun masih terhitung eksibisi.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan Ellong Tjandra berharap medali emas dan perak dari cabang olahraga Muaythai membuka peluang emas dari cabang lainnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Ini emas pertama bagi Sulawesi Selatan, semoga setelah ini akan lebih banyak lagi emas yang dikumpulkan oleh atlet-atlet Sulawesi Selatan," kata Ellong Tjandra kepada ANTARA di Gedung Olahraga (GOR) Sekolah Tinggi Teologi Gereja Injili Di Indonesia (STT GIDI).

Baca Juga:Tumbangkan DKI Jakarta, Tim Sofbol Putra Lampung Sabet Medali Emas di PON XX Papua 2021

Ellong mengaku bangga kepada kontingen Sulawesi Selatan terutama kepada Sri Eviyanti dan Zul Bimantara yang masing-masing menyumbangkan medali emas dan perak.

Dia mengungkapkan kehadirannya untuk menyaksikan langsung pertandingan adalah salah satu bentuk dukungan moral kepada atlet-atlet daeranya yang masuk  gelanggang.

Selain janji dari pemerintah daerah kepada atlet peraih medali emas menjadi aparatur sipil negara (ASN), dukungan moral langsung ke lapangan juga tidak kalah penting.

"Kalau di tempat kami, jika ada atlet yang meraih medali emas maka kemungkinan dia bisa jadi ASN," kata dia.

Namun perlu digarisbawahi, sambung dia, guna menjadi ASN di daerahnya, khususnya atlet peraih medali emas, tetap  harus mengikuti prosedur.

Baca Juga:PON Papua: Junita Malau Pertahankan Medali Emas Wushu

Menurut dia, atlet akan jauh lebih baik jika mereka yang berprestasi diberi pekerjaan tetap seperti ASN, ketimbang hanya dihadiahi bonus berupa uang karena atlet bisa mengabdi kepada bangsa dan negara pada masa berikutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini