alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

61 Tahun Warga Desa Sumberklampok Berjuang Dapatkan Sertifikat Tanah

Muhammad Yunus Kamis, 23 September 2021 | 13:52 WIB

61 Tahun Warga Desa Sumberklampok Berjuang Dapatkan Sertifikat Tanah
Penyerahan sertifikat redistribusi tanah dan penyelesaian konflik agraria di Desa Sumberklampok bisa dilakukan, setelah pemerintah melalui Kantor Staf Presiden [SuaraSulsel.id / KSP]

Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali

SuaraSulsel.id - Perasaan gembira dan bahagia diungkapkan oleh Perbekel Desa Sumberklampok I Wayan Sawitrayasa, saat berdialog dengan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko secara virtual.

Terjawab sudah penantian panjang warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Perjuangan mereka untuk mendapatkan hak atas tanah yang selama ini diperjuangkan.

“Selesainya konflik agraria yang berpuluh-puluh tahun ini merupakan mimpi besar warga Sumberklampok. Selaku Perbekel yang mampu memediasi dengan pemerintah, ini menjadi kenangan yang tidak mungkin terlupakan,” ucap Sawitrayasa.

Desa Sumberklampok merupakan satu dari delapan lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) usulan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama seluruh serikat/organisasi tani, masyarakat adat, dan nelayan.

Baca Juga: Kementerian ATR BPN Ingin Masyarakat Bisa Daftarkan Sertifikat Tanah

Khusus di Sumberklampok, para petani sudah menguasai dan menggarap tanah tersebut sejak 1923. Namun, pemerintah memberikan penguasaan tanah melalui Hak Guna Usaha (HGU) kepada PT Margarana II, PT Margarana III, dan PT Dharmajati, yang masa berlakunya habis pada 1992. Sementara petani, telah memulai perjuangan mereka merebut kembali tanah seluas 458,7 Hektare tersebut sejak 1991.

Sawitrayasa menceritakan, sebelum tanah dikuasakan pada PT Margarana, masyarakat sudah mengerjakan lahan tersebut. Fakta ini akhirnya memicu semangat masyarakat untuk belajar dan memperjuangkan kembali hak atas tanah mereka.

“Kita belajar menemukan solusi saat bapak Presiden Jokowi dan Gubernurnya I Wayan Koster. Kita duduk bareng dan terus berkomunikasi. Ini bukti bahwa para pejabat sekarang memiliki komitmen,” terang Sawitrayasa.

Dengan diterimanya sertifikat redistribusi tanah ini, Kata Sawitrayasa pihak desa dan masyarakat berkomitmen untuk menjadikan hak atas tanah sebagai lahan pertanian, peternakan, dan pariwisata dengan konsep Desa Maju Agraria (Damara). Sawitrayasa pun berharap, pemerintah berkontribusi untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Sumberklampok.

Pemerintah telah menyerahkan 1.613 sertifikat redistribusi tanah kepada petani Desa Sumberklampok Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali. Penyerahan dilakukan dalam dua tahap, 800 Sertifikat pada 18 Mei 2021, dan 813 sertifikat pada 21 September 2021.

Baca Juga: Terima Tambahan Sertifikat Tanah Urut Sewu, KASAD Andika Pratama Siap Patuhi Hukum

Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko mengatakan, Penyerahan sertifikat redistribusi tanah dan penyelesaian konflik agraria di Desa Sumberklampok bisa dilakukan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait