facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anggota TNI Gugur Kena Tembak di Kepala Saat Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meilan

Muhammad Yunus Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Anggota TNI Gugur Kena Tembak di Kepala Saat Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meilan
Anggota TNI saat mengevakuasi jenazah dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa 21 September 2021 [Dokumentasi Pendam XVII/Cenderawasih]

Ditembak Kelompok Separatis Teroris

SuaraSulsel.id - Upaya evakuasi jenazah suster Gabriela Meilan menimbulkan korban jiwa. Satu Anggota TNI bernama Pratu Ida Bagus Putu S gugur. Ditembak Kelompok Separatis Teroris.

Pratu Ida Bagus gugur saat proses evakuasi jenazah Suster Gabriela Melani di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa 21 September 2021.

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Pratu Ida Bagus Putu tertembak oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) saat melakukan pengamanan helikopter. Bersama empat rekannya yang akan mengevakuasi jenazah Suster Gabriela, pukul 06.53 WIT.

Pratu Ida meninggal karena tertembak pada bagian kepala. Pratu Ida ditengarai merupakan anggota Yonif 403/Wirasada Pratista yang berasal dari Ngabang, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Puan Maharani Harap, Calon Panglima TNI Baru Merupakan yang Terbaik untuk Rakyat

Komandan Korem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak Pangemanan saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian itu.

“Benar ada kontak tembak. Tapi saya belum bisa memberikan keterangan rinci, karena belum terpantau dengan baik. Nanti dulu ya,” kata Izak, Selasa 21 September 2021.

Ia mengklaim pasukan TNI-Polri telah menguasai keamanan di Distrik Kiwirok. Namun kondisi medan yang sangat sulit masih dialami personel di lapangan.

“Medannya tak gampang. komunikasi kita di lapangan juga tak lancar. Karena sinyal sambungan telepon belum terhubung. Setelah komunikasi lancar, kami bisa memberikan keterangan rinci,” terang Izak.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm. Reza Nur Patria mengatakan, kontak tembak terjadi saat pasukan TNI Polri mengamankan lokasi pendaratan helikopter yang rencananya melakukan evakuasi jenazah Suster Gabriella Meilani.

Baca Juga: Legislator: Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto Harus Mampu Atasi Masalah Papua

“Satu TNI gugur saat mengamankan proses evakuasi jenazah di Kiwirok. Ini yang menyebabkan evakuasi terhambat. Jenazah prajurit sudah dibawa ke Jayapura bersamaan evakuasi jenazah Suster Gabriella,” kata Reza, Selasa 21 September 2021.

Saat ini, sambung Reza, kontak tembak masih terjadi di Kiwirok.

“Untuk mengambil jenazah ini, kami tetap diganggu oleh KST. Padahal evakuasi ini untuk kemanusiaan dan demi menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Suster Gabriela Melani merupakan salah satu tenaga kesehatan korban kekejaman Kelompok Separatis Teroris atau yang dikenal juga sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Suster Gabriela disiksa oleh kelompok tersebut hingga mengalami pelecehan seksual sebelum akhirnya meninggal. Jenazah Suster Gabriela ditemukan Tim gabungan TNI-Polri di dalam jurang sedalam 300 meter di Distrik Kiwirok.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait