alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Merasakan Keram, Menjerit Kesakitan, Lalu Meninggal Dunia Usai Disuntik

Muhammad Yunus Jum'at, 17 September 2021 | 06:55 WIB

Pasien Merasakan Keram, Menjerit Kesakitan, Lalu Meninggal Dunia Usai Disuntik
Keluarga membawa jenazah Devi Habi dari Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato, Gorontalo [gopos.id]

Keluarga tuding rumah sakit lakukan malpraktik

SuaraSulsel.id - Keluarga menduga kematian Devi Habi (23 tahun) imbas dari malapraktik oleh tim medis Rumah Sakit Bumi Panua.

Keluarga pasien pun memprotes pelayanan Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato. Devi Habi asal Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Pohuwato, meninggal sesaat setelah mendapat tindakan medis.

Informasi yang dirangkum gopos.id -- jaringan Suara.com, Devi dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua setelah mengalami demam dan tak bisa makan. Saat tiba di Rumah Sakit Bumi Panua, Devi harus menjalani prosedur pemeriksaan Covid-19.

“Keponakan saya tiba di rumah sakit masih disuruh ke tenda untuk swab tes. Alhamdulillah hasil tes almarhumah saat itu negatif,” ungkap Stepon Habi, paman pasien Devi Habi.

Baca Juga: Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kini jadi 543 Orang

Devi lalu dibawa menuju ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bumi Papua. Setibanya di ruang tersebut, Devi dipasangi infus oleh tim medis. Selanjutnya tim medis melakukan penyuntikan melalui selang infus. Penyuntikan dilakukan dua kali.

Menurut Stepon, sesaat setelah Devi berada di ruang UGD dirinya pulang ke rumah. Tak lama setelah itu ia mendapat kabar bila keponakannya sudah meninggal dunia setelah disuntik melalui selang infus.

“Setelah disuntik pertama, almarhumah mengeluh keram. Tapi pihak tim medis tetap melanjutkan penyuntikan kedua. Saat itu almarhumah menjerit kesakitan,” kata Stepon.

Menurut Stepon, pihak keluarga merasa keberatan dengan tindakan tersebut dan berencana menempuh jalur hukum.

“Penyesalan kami keluarga pihak rumah sakit tidak menjelaskan apa yang disuntikkan ke dalam infus tersebut,” ungkap Stepon menjelaskan alasan rencana menempuh jalur hukum.

Baca Juga: 1 dari 500 Pasien Covid-19 di Amerika Serikat Meninggal Dunia

Terkait kejadian tersebut, Rumah Sakit Bumi Panua sampai berita ini diturunkan belum memberikan penjelasan. Gopos.id sudah berupaya melakukan konfirmasi namun Direktur RSBP menyapaikan sementara perjalanan menuju Kota Gorontalo dalam rangka menghadiri kegiatan di Kota Gorontalo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait