alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rekomendasi 6 Buku Bahas Budaya Sulawesi Selatan, Nomor 2 Lebih Panjang Dari Mahabrata

Muhammad Yunus Minggu, 22 Agustus 2021 | 12:24 WIB

Rekomendasi 6 Buku Bahas Budaya Sulawesi Selatan, Nomor 2 Lebih Panjang Dari Mahabrata
La Galigo disebut sebagai karya sastra terpanjang di dunia. Lebih panjang daripada epik India, Mahabarata, dan Ramayana [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]

Budaya Sulawesi Selatan disajikan dengan banyak media

SuaraSulsel.id - Budaya Sulawesi Selatan disajikan dengan banyak media. Mulai film hingga bentuk novel atau karya sastra. Ditulis langsung oleh warga Sulawesi Selatan.

SuaraSulsel.id merangkum beberapa buku atau novel terbaik berlatar belakang soal budaya Sulsel, antara lain :

1. Puya ke Puya

Novel ini sarat dengan kisah seputar adat Toraja. Inilah yang menjadi nilai plus dari novel karya Faisal Oddang ini.

Baca Juga: Innalillahi, Dua Pendaki Tewas Usai Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung

Dengan cara bertutur yang unik dan keragaman perspektif, novel ini mampu mengangkat persoalan lokal berlatar budaya Toraja pada dimensi yang lebih luas.

Novel ini membuka wawasan pembaca bahwa keteguhan terhadap tradisi juga perlu dicermati agar tidak menimbulkan pergesekan dengan kehidupan sosial dan modernisasi.

Dikisahkan, kematian Rante Ralla, sang ketua adat Kampung Kete’ di tanah Toraja, memerlukan biaya sangat besar untuk upacara mengantarkan mayat (rambu solo) ke alam tempat menemui Tuhan (puya).

Ketua adat harus diupacarakan besar-besaran, dipotongkan puluhan kerbau dan ratusan ekor babi demi derajat.

Konflik bermula saat Allu Ralla, putra satu-satunya menolak mengadakan upacara, dan menyarankan agar ayahnya dimakamkan di Makassar. Allu Ralla hanya memiliki tabungan untuk membiayai pemakaman sederhana. Tidak cukup untuk mengupacarakan bangsawan sekelas ayahnya.

Baca Juga: Epidemiolog Unhas: Kasus Kematian Covid-19 di Sulsel Cenderung Usai Produktif

Bagi Allu, kebudayaan adalah produk manusia, dan relevansi dengan zaman sangatlah penting. Jika sudah tak relevan, tidak perlu dipertahankan. Rencana itu ditentang keluarga besar sehingga mayat Rante Ralla tak kunjung diupacarakan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait