Fatimah Daeng Takontu, Perempuan Gowa Penghancur Kapal VOC Belanda

Perempuan kelahiran Sanrobengi, Kabupaten Gowa 1659 ini ditakuti VOC Belanda

Muhammad Yunus
Selasa, 17 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Fatimah Daeng Takontu, Perempuan Gowa Penghancur Kapal VOC Belanda
Makam putri pahlawan nasional Sultan Hasanuddin di Mempawah Kalimantan dikabarkan mau dibongkar / [KabarMakassar.com]

Belanda bahkan menyusun strategi menangkap I Fatimah dan Syekh Yusuf. Namun, gagal berulang kali.

Pada tahun 1693, Belanda berhasil menangkap Syekh Yusuf. Ia diasingkan ke Srilanka dan Cape Town, Afrika.

Melihat kondisi tersebut, I Fatimah kemudian memutuskan kembali berlayar pulang bersama pasukannya yang tersisa. Ia semakin membenci Belanda tatkala mendengar kabar Karaeng Galesong gugur di tangan Belanda.

I Fatimah kemudian menjalin hubungan diplomatik dengan Kesultanan Mempawah di Kalimantan Barat menyerang Belanda. Bersama pasukan Bainea yang tersisa, I Fatimah menyerang lewat laut.

Baca Juga:Berlaku Mulai Hari Ini, Harga Tes PCR di Makassar Rp 500 Ribu Hasil Keluar 16 Jam

Kapal-kapal dagang VOC dihancurkannya. Hal tersebut membuat Belanda marah. Sayembara bahkan dilakukan untuk menangkap I Fatimah.

Menurut sejarah, I Fatimah bertugas menjaga wilayah laut kerajaan Mempawah hingga akhir hayatnya. Pertempuran demi pertempuran melawan VOC masih berlangsung selepas itu hingga sang Garuda Betina tutup usia di Mempawah.

Sejarahwan Universitas Negeri Makassar, Bahri mengatakan I Fatimah dimakamkan di Mempawah. Bukan di Sulawesi Selatan.

I Fatimah dimakamkan di Tanjung Matoa, Temajo, Kabupaten Mempawah. Sejak saat itu, Gowa dan Mempawah punya ikatan emosional.

Hingga kini belum ada simbol atau penghargaan ke I Fatimah sebagai pejuang kemerdekaan. Namun makamnya masuk dalam kawasan perlindungan benda cagar budaya di Mempawah, Kalimantan.

Baca Juga:Lebih 70 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Kota Makassar Akan Terima Bansos PPKM

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini