Tidak lama setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, Sultan Syarif Kasim II mengirimkan telegram kepada Soekarno-Hatta yang berisi pernyataan bahwa Kerajaan Siak adalah bagian dari wilayah RI.
Kerajaan Siak mencakup pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaka, dan di daratan hingga ke Deli Serdang, Sumatera Utara.
Demi perjuangan dan semangat nasionalisme, pada Oktober 1949 Sultan Syarif Kasim II langsung menemui Presiden Republik Indonesia di Yogyakarta untuk kembali menyerahkan 30 persen dari kekayaannya berupa emas. Dukungan ini sangat berarti bagi Indonesia yang baru saja merdeka.
Pada saat revolusi sosial terjadi di Sumatra Timur tahun 1946, Sultan berangkat ke Medan dan Aceh. Ia menyuplai bahan makanan untuk para laskar.
Baca Juga:Kasus Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio, Mabes Polri Periksa Kapolda Sumsel
Selain itu, Sultan berangkat ke Aceh untuk menyumbangkan tenaganya membantu pemerintah. Melalui siaran radio, sultan terus menghimbau agar rakyat setia kepada pemerintah Republik Indonesia.