![Ami menceritakan perjuangan putranya Rahmat Erwin sukses di olimpiade Tokyo 2021 [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/29/36669-angkat-besi.jpg)
Dibalik Kesuksesan Rahmat
Namun, di balik semua keberhasilan itu, ternyata perjuangan Rahmat untuk berlatih cukup menyedihkan. Tak ada tempat dan peralatan yang memadai.
Sang ayah, Erwin Abdullah mengaku, dulu Rahmat berlatih di bawah balkon Stadion Mattoanging. Jika diingat-ingat kembali, sangat memilukan.
Mereka selalu latihan tanpa penerangan. Kadang juga menggunakan lampu pijar.
Baca Juga:Lagi-lagi Dari Cabang Angkat Besi, Erwin Sumbangkan Medali Perunggu
"Kita tidak mendapatkan penerangan lampu sama sekali. Ini yang sangat sedih kalau diingat kembali," ujar Erwin yang juga mantan atlet angkat besi itu.
Lebih sedihnya lagi, Rahmat kini tak lagi punya tempat untuk latihan di Makassar. Stadion Mattoanging sudah dirobohkan dan masih dalam proses pembangunan.
Erwin berharap hal tersebut bisa jadi perhatian pemerintah setempat. Sebab percuma berprestasi jika tidak didukung fasilitas olahraga yang memadai.
Sementara, jadwal latihan angkat besi itu setiap saat. Tidak seperti cabang olahraga lainnya.
Erwin mengaku sudah melatih Rahmat untuk angkat besi sejak masih SMP. Ia kerap melihat anaknya squat jump secara sembunyi di kamarnya.
Baca Juga:Merah Putih Berkibar Lagi di Olimpiade Tokyo, Indonesia Tambah Perunggu dari Angkat Besi
Dari situ Erwin mulai konsentrasi untuk mendidik Rahmat. Mengikuti jejaknya dan sang istri, menjadi atlet angkat besi profesional.