alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Saat Murid SD Mengunjungi Pameran Foto Tari Pakarena di Galeri De La Macca

Muhammad Yunus Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:29 WIB

Saat Murid SD Mengunjungi Pameran Foto Tari Pakarena di Galeri De La Macca
Murid SD Negeri Borong memasuki Galeri de La Macca, Jalan Borong Raya Nomor 75A, Makassar, Kamis, 17 Juni 2021 / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

"Foto-fotonya hitam putih ji, tidak ada warnanya, tapi bagus,"

SuaraSulsel.id - "Foto-fotonya hitam putih ji, tidak ada warnanya, tapi bagus," ungkap Fikram, murid kelas 5 SD Negeri Borong, begitu ia dan teman-temannya memasuki Galeri de La Macca, Jalan Borong Raya Nomor 75A, Makassar, Kamis, 17 Juni 2021.

Fikram melontarkan kekagumannya itu setelah melihat 18 foto karya fotografer Goenawan Monoharto, yang dipajang dalam berbagai ukuran. Foto-foto itu menampilkan Lina Syahrir, maestro Tari Pakarena, dalam busana baju bodo tengah menari Pakarena.

Foto-foto itu dijepret di berbagai tempat, seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Beba, Takalar, Rammang-rammang, Maros, Pantai Akkarena, Benteng Somba Opu, dan Etika Studio.

Pameran foto yang berlangsung sejak 7 Juni-7 Juli 2021, ini merupakan hasil kolaborasi Goenawan Monoharto dengan Dr Lina Syahrir, seorang penari dan akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM).

Baca Juga: Pameran Foto, Jokowi Terkesan dengan Potret Dirinya Gendong Anak Papua

"Selamat datang di Galeri De La Macca. Ini kantor Om," kata Goenawan Monoharto, yang dikenal juga sebagai penyair, kepada tamu-tamu kecilnya.

Mendengar kata "galeri", Andi Muh Huga bertanya, "Apa itu galeri, Pak?"

Galeri, jelas Goenawan Monoharto secara sederhana, merupakan tempat memajang karya seni untuk dipamerkan. Bisa berupa gambar atau lukisan, patung, kerajinan dan lain-lain. Dia lantas mengajak, kalau anak-anak punya karya 40-50-an gambar atau karya lainnya, bisa dipamerkan di Gelari De La Macca.

Dia kemudian mengapresiasi gambar Asysyafa yang dinilainya bagus. Padahal Asysyafa baru kelas 1 SD. Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Sulsel itu kemudian mendengarkan Andi Muh Huga membacakan puisi karya sendiri berjudul "Penari yang Hebat".

Puisi itu dibuat di perpustakaan saat kegiatan pendampingan minat bakat oleh penggiat literasi, Rusdin Tompo, sebelum kunjungan ke Galeri De Lamacca.

Baca Juga: Melihat Keistimewaan Yogyakarta dari Fotografi Sejarah

Menurut Goenawan, bagus anak-anak diperbiasakan ke tempat-tempat yang bisa mengasah mereka mengembangkan bakat seninya. Guru perlu proaktif mengagendakan kunjungan ke galeri, tempat pameran, atau museum agar anak-anak termotivasi untuk terus berkreasi dan memberi apresiasi pada karya seni yang dinikmatinya. Mereka tak hanya didorong untuk terus menggambar dan menulis tapi juga dinasihati agar rajin membaca.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait