alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh, Mayoritas Produk Minuman dan Makanan Nestle Tak Sehat

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 06 Juni 2021 | 16:39 WIB

Duh, Mayoritas Produk Minuman dan Makanan Nestle Tak Sehat
Pabrik Nestle di Karawang. [Digtara.com]

Temuan itu muncul saat para produsen makanan bersaing untuk memerangi obesitas dan mempromosikan makanan yang lebih sehat.

SuaraSulsel.id - Nestle membuat pengakuan mengejutkan. Mereka membenarkan dokumen internal perusaaan yang bocor yang berisi adanya produk makanan dan minuman yang tak sehat.

Raksasa konsumer asal Swiss itu mengakui jika 63 persen produk makanan dan minuman mereka tidak memenuhi standar kesehatan.

“Beberapa kategori dan produk kami tidak akan pernah sehat bagaimanapun caranya banyak yang kami renovasi,” kata Nestle, dikutip dari Digtara.com-jejaring Suara.com, Minggu (6/6/2021),

Menurut dokumen internal Nestle yang ditinjau Financial Times, hanya 37 persen dari produk perusahaan mendapat peringkat di atas 3,5 dalam sistem peringkat kesehatan Australia.

Baca Juga: Kisah Pria Berotot Ingin Tahu Rasanya Mengalami Obesitas, 6 Bulan Naik 25 Kg

Perhitungan itu tak termasuk untuk produk susu formula bayi, makanan hewan peliharaan dan nutrisi medis khusus.

Sistem peringkat itu menilai produk makanan dengan memberi angka maksimal 5. Sementara, 3,5 merupakan ambang batas produk makanan yang sesuai dengan standar kesehatan.

Perhitungan itu meliputi makanan dan minuman secara keseluruhan. Ada sekitar 70 persen produk Nestle gagal memenuhi ambang batas itu.
Lebih rinci, sebanyak 96 persen minuman dan 99 persen produk manisan dan es krim Nestle.

Pun demikian, sebanyak 82 persen produk air dan 60 persen produk susu memenuhi nilai ambang batas.

Dalam dokumen yang dipresentasikan para eksekutif, perusahaan multinasional bidang makanan dan minuman itu mengakui ketertinggalannya.

Baca Juga: Dulu Tampil Berotot, Pria Ini Ungkap Alasan Mulia Ingin Punya Tubuh Obesitas

“Kami telah membuat peningkatan yang signifikan pada produk kami, (namun) portofolio kami soal kinerja masih saja dinilai buruk bertentangan dengan definisi eksternal kesehatan, yang mana tekanan peraturan dan tuntutan konsumen sedang meroket.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait