alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengosongan Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih Dapat Perlawanan

Muhammad Yunus Sabtu, 22 Mei 2021 | 10:16 WIB

Pengosongan Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih Dapat Perlawanan
Penertiban Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih di Kawasan Perumnas IV, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat 21 Mei 2021 / [KabarPapua.co]

Petugas pun berusaha masuk secara paksa

SuaraSulsel.id - Penertiban Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih di Kawasan Perumnas IV, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat 21 Mei 2021 mendapatkan perlawanan.

Sejumlah penghuni asrama mencoba bertahan dan menutup pagar asrama. Agar petugas gabungan TNI dan Polri tidak bisa masuk melakukan pengosongan.

“Namun dibuka paksa oleh aparat keamanan, sehingga prosesnya tadi cukup lama,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas, Jumat 21 Mei 2021.

Ratusan Anggota TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pengosongan di Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih Papua. Polisi menyebyt asrama mahasiswa telah dijadikan markas Anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Baca Juga: Eskalasi Kekerasan di Papua Sepanjang 2020 Meningkat, Apa Pemicunya?

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, dari penertiban, petugas gabungan menemukan simbol-simbol Bintang Kejora, atribut, dan dokumen KNPB.

Polisi juga menemukan tiga unit sepeda motor. Dua unit tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Asarama mahasiswa ditertibkan setelah disinyalir menjadi markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan menjadi lokasi penyimpanan barang curian.

Dari hasil pengosongan, aparat keamanan mengamankan sejumlah barang bukti, berupa beberapa dokumen tentang KNPB, atribut KNPB dan tiga kendaraan bermotor roda dua yang diduga hasil pencurian.

“Di situ disinyalir digunakan oleh KNPB untuk sekretariat sekaligus tempat tinggal, tapi pada saat kami masuk sudah tidak ada orang, simbol-simbol bintang kejora dan KNPB masih ada. Saya berharap hari ini hari terakhir untuk hal-hal yang bertentangan dengan aturan NKRI terakhir di lingkungan Rusunawa ini,” kata Gustav.

Baca Juga: Polisi Bantah Kepung Asrama Papua, Ketua RT: Cari Orang Asing

Penertiban dilakukan pada unit 6 asrama serta 4 bangunan Rusunawa A dan B. Dengan mengerahkan sekitar 800 personel aparat gabungan TNI – Polri. Total 10 bangunan telah telah berhasil dikosongkan aparat keamanan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait