alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jemaah An Nadzir Kabupaten Gowa Belum Tentukan Waktu Idul Fitri 1442 H

Muhammad Yunus Jum'at, 07 Mei 2021 | 02:00 WIB

Jemaah An Nadzir Kabupaten Gowa Belum Tentukan Waktu Idul Fitri 1442 H
Pimpinan Jemaah An Nadzir Ustadz M Samiruddin Pademmui di Masjid Baitul Muqaddis, Sabtu 10 April 2021 / [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]

Masih memantau bulan. Sebelum menentukan waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

SuaraSulsel.id - Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, belum memutuskan waktu Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

Penyebabnya, tim yang bekerja masih memantau bulan. Sebelum menentukan waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah akan dilaksanakan.

Pimpinan Jemaah An Nadzir Ustadz M Samiruddin Pademmui mengatakan, untuk menentukan kapan perayaan Hari Raya Idul Fitri, jemaah An Nadzir tetap mengacu pada standar pengamatan bulan yang selama ini telah digunakan. Dengan menggunakan metode hisab dan rukyat.

Jemaah An Nadzir mengaku tidak pernah lepas dari metode hisab dan rukyat dalam menetapkan 1 Ramadhan maupun 1 Syawal untuk merayakan hari raya Idul Fitri.

Baca Juga: Silahkan Cek Rekening, THR Pegawai Pemprov Sulsel Cair Hari Ini

Namun, karena tim masih bekerja memantau terbitnya bulan pada tiga purnama terakhir. Maka, jemaah An Nadzir belum dapat mengambil kesimpulan kapan mereka akan merayakan lebaran Idul Fitri.

"Masih sementara kita memantau bulan. Terbitnya nanti menjelang tiga malam terakhir itu, baru mungkin kita musyawarah untuk menentukan," kata M Samiruddin kepada SuaraSulsel.id, Kamis 6 Mei 2021.

Samiruddin menjelaskan dalam metode hisab dan rukyat, jemaah An Nadzir akan menghitung dan mengamati purnama ke 14, 15 dan 16 hingga pada tiga purnama terakhir, yakni purnama ke 27, 28 dan 29.

"Kita hitung sampai terakhir ini. Nah, yang paling kita amati lagi purnama 27, 28 dan 29. Di situ, kita amati jam terbitnya bulan di subuh hari di Timur," jelas Samiruddin.

Menurut Samiruddin, selama bulan masih terbit dari arah Timur, tandanya bulan masih tua. Akan tetapi, jika bulan telah terbit dari arah Barat maka artinya bulan telah baru meskipun terkadang terbitnya bulan di bawah 10 derajat atau di bawah garis horizontal.

Baca Juga: Mulai Besok, Ribuan Polisi Serentak Stop Arus Mudik di Wilayah Sulsel

"Setelah itu, kita akan lihat juga jam terbitnya bulan kemudian diliat bayangannya semua. Pada saat 29 purnama terakhir itu, nanti juga kita akan amati penomena alam," kata dia.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait