facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Koruptor di Makassar Diusulkan Dapat Remisi, ACC : Sangat Tidak Etis

Muhammad Yunus Rabu, 05 Mei 2021 | 15:36 WIB

Koruptor di Makassar Diusulkan Dapat Remisi, ACC : Sangat Tidak Etis
Ilustrasi : Tahanan KPK memakai borgol saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Sebanyak 683 penghuni Lapas Kelas I Makassar diusulkan dapat remisi hari raya Idul Fitri

Saat ini, jumlah napi yang ada di Lapas Makassar adalah 958 orang. Tiga orang diantaranya bisa dinyatakan langsung bebas di hari lebaran tahun ini. Masa hukuman mereka berakhir setelah mendapatkan remisi khusus hari besar keagamaan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hernowo menjelaskan remisi dilakukan untuk percepatan pembebasan napi. Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang.

Pemberian remisi tersebut adalah kewajiban negara dalam memenuhi hak-hak narapidana yang diatur dalam Pasal 14 huruf i Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

"Remisi merupakan hak yang diberikan terhadap narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama manjadi pidana," katanya.

Baca Juga: Luhut Sebut OTT KPK Tak Buat Koruptor Jera, Rocky: Istana Bisa Disalahkan

Dalam Pasal 34 PP Nomor 32 Tahun 1999 disebutkan bahwa setiap narapidana dan anak pidana yang selama menjalani masa pidana berkelakuan baik berhak mendapatkan remisi.

Hal ini juga diatur dalam perubahan kedua PP Nomor 99 Tahun 2012 yang mengatur hak warga binaan pemasyarakatan. Menurut Hernowo, pemberian remisi tahun ini juga bisa membuat negara bisa berhemat.

Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Selatan Kadir Wokanubun menilai pemberian remisi bagi koruptor sangat tidak dibenarkan. Ini bisa dianggap sebagai pelanggaran prosedur. Apalagi korupsi ini adalah extraordinary crime.

Menurutnya, sangat tidak etis jika pemberian remisi hanya karena napi dianggap berkelakuan baik. Ini tidak akan memberi efek jera pada sistem peradilan pidana.

"Padahal kita berharap keberadaan lembaga pemasyarakatan ini bisa menjadi efek jera bagi koruptor," tandasnya.

Baca Juga: Firli Bahuri: Sampai Sekarang Ada 1.552 Koruptor Dijerat KPK

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait