alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Berseteru ? Ini Penjelasan Istana

Muhammad Yunus Rabu, 05 Mei 2021 | 14:08 WIB

Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Berseteru ? Ini Penjelasan Istana
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Perbedaan pendapat antara Presiden Jokowi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Soal pemberian THR bagi ASN.

SuaraSulsel.id - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S. Sulendrakusuma mengklarifikasi isu perbedaan pendapat antara Presiden Jokowi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Soal pemberian tunjangan hari raya atau THR bagi ASN/PNS.

Panutan mengatakan, semua komponen pemerintah satu suara, mengacu pada regulasi yang sama, yaitu PP 63/2021 dan PMK 42/2021.

“Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat antara Presiden dengan Menkeu terkait THR ASN,” ungkap Panutan S. Sulendrakusuma, Rabu 5 Mei 2021.

Panutan menjelaskan, PMK 42/2021 merupakan juknis bagi PP 63/2021, penyusunannya mengacu pada PP 63. Oleh karena itu isinya dijamin konsisten.

Baca Juga: Jokowi dan Puan Tinjau Panen Petani, Roy Suryo Beri Komentar Menohok

Bahkan, kata Panutan, tidak ada perbedaan antara dua regulasi tersebut. Meski begitu, seperti regulasi lainnya, selalu ada diskusi antara pihak-pihak terkait sebelum diputuskan dalam sidang kabinet dan diformalkan dalam bentuk regulasi.

“Dalam proses diskusi tersebut, mungkin saja ada perbedaan ide. Itu hal yang sangat normal,” jelas Panutan.

Sebagai regulasi, PP 63 dan PMK 42 tentu saja berlaku umum. Panutan menerangkan, semua ASN di berbagai K/L menerima THR dengan mengikuti ketentuan yang sama. “Tidak ada keistimewaan bagi K/L tertentu,” ungkapnya.

Panutan merinci, semua ASN menerima THR yang tidak ada komponen tunjangan kinerja di dalamnya, sesuai dengan regulasinya.
Dia pun menjelaskan alasan tidak dimasukkannya tunjangan kinerja ke dalam komponen THR 2021 (juga 2020), sebagaimana dijelaskan oleh Menkeu.

Menurut Panutan, penyebab utamanya adalah kondisi keuangan negara yang memang tengah mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

“Sehingga tidak bijaksana jika kita membandingkannya dengan THR 2019. Kita semua tahu, tahun 2019 merupakan kondisi sebelum Covid-19,” papar Panutan.

Baca Juga: Sebut Belanja Bikin Kerumunan, Mardani Disentil Teddy: Pakai HP Juga Bisa

Di sisi lain, Pemerintah tentu memahami kebutuhan para ASN, sebagaimana kebutuhan masyarakat pada umumnya, apalagi mendekati Lebaran. Tapi untuk saat ini, kata Panutan, itulah yang dapat diberikan oleh pemerintah setelah mempertimbangkan berbagai hal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait