"Kalau rugi mungkin iya, tapi kita tetap berharap untung kasihan, karena ini masih hari ke lima ramadan. Tapi nanti kita obral murah barangnya daripada tidak habis," keluhnya.
Ninna dan pedagang lainnya berharap banyak di bulan ramadhan tahun ini. Semoga keadaan bisa kembali normal agar dagangannya bisa laku terjual.
Ketua Panitia Bazar Ramadhan Masjid Al Markaz, Ismun Muhdar mengatakan, tahun ini pihaknya kebanyakan menyiapkan gerai untuk penjual makanan. Dibanding tahun-tahun sebelumnya dominan pakaian.
Mengingat karena masih masa pandemi, sehingga jumlah stand juga dibatasi. Tahun ini tidak lebih dari 150 stand.
Baca Juga:Satu Kekurangan Persija di Piala Menpora Menurut Farias: Tak Ada Evan Dimas
Total stand ini sudah dibagi atau dipetakan lokasinya masing-masing. Ada area khusus kuliner, khusus fesyen laki-laki dan perempuan.
"Alhamdulillah dapat izin dari Satgas namun terbatas, dibanding tahun lalu tahun ini cukup ada peningkatan," ucapnya.
Namun kata Ismun, pengunjung yang datang juga dibatasi. Ketika lokasi dilihat sudah penuh atau sesak, ada petugas khusus yang siap menangani.
"Jadi sistem kami itu masih pembatasan, penjual diberi jarak sehingga tak ada kerumunan yang terjadi," ucapnya.
Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto mengatakan tak ada larangan jika ingin berjualan atau membuat bazar. Namun ia memberikan izin dengan syarat, jangan menempati wilayah yang tidak semestinya ditempati. Misalnya bahu jalan raya yang banyak kendaraan lalu lalang.
Baca Juga:Persija Vs PSM Makassar, Novri Setiawan Berharap Tak Ada Adu Penalti
"Kalaupun berjualan dalam gedung atau pelataran masjid akan lebih bagusnya kalau ada batasan jumlah stand," ucapnya.