alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kembali Gempa Tektonik Mengguncang Mamuju dan Majene, Begini Kekuatannya

Muhammad Yunus Senin, 18 Januari 2021 | 12:08 WIB

Kembali Gempa Tektonik Mengguncang Mamuju dan Majene, Begini Kekuatannya
Petugas mencari korban di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat 15 Januari 2021 / [Foto Istimewa]

Kejadian hari Senin, 18 Januari 2021 Pukul 12.11.18 Wita

SuaraSulsel.id - Gempa bumi kembali dirasakan warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kejadian hari Senin, 18 Januari 2021 Pukul 12.11.18 Wita.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,2.

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Darmawan mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,91 LS dan 118,99 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 16 km Timur Laut Majene, Sulawesi Barat. Pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempa Bumi

Baca Juga: BMKG: Warga Mamuju dan Majene Harus Cari Tempat Aman, Bukan Eksodus

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat aktivitas patahan naik Mamuju (Mamuju Thrust Fault).

Dampak Gempa Bumi

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Malunda III MMI. Getaran seakan-akan ada truk lewat, Mamuju II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang).

Gempa bumi ini masih termasuk ke dalam gempa bumi susulan dari gempa utama Magnitudo 6,2. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Rekomendasi

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Pemuda, Diduga Menjarah Bantuan Gempa Majene dan Mamuju

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," kata Damawan.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait