Kematian tragis Haji Permata mengagetkan sejumlah orang terdekatnya, termasuk kalangan pengusaha di Batam, Kepulauan Riau.
Seorang pengusaha yang enggan disebutkan namanya mengaku tak menyangka mendapat kabar buruk tersebut. Apalagi ia sudah mengenal Haji Permata sejak 35 tahun lalu.
“Saya sudah kenal beliau sejak 35 tahun lalu. Orangnya setia kawan,” ujar pengusaha tersebut kepada Batamnews, Jumat (15/1/2021).
Menurut dia, Haji Permata sudah seperti sahabat lamanya. “Sebelum nikah saya sudah kenal,” ujar dia.
Baca Juga:Pelaku Pembunuhan Janda Tanjungpinang Terancam Hukuman Mati
Dia menceritakan, Haji Permata memang sudah lama menjadi pemilik kapal. Ia kerap membawakan barang dagangannyq dari Batam ke Tembilahan dan Sei Guntung.
“Dahulu saya jual sembako, dia yang bawa ke sana. Kadang dari Jodoh kami menunggu air surut baru berangkat,” ujarnya.
Terkadang, mereka makan sarden yang dimasak di kapal. “Jadi saya mengenal betul,” ujarnya.
Dia mengaku sedih mendapat kabar tersebut. Ia juga mempertanyakan mengenai aksi penembakan yang menewaskan Haji Permata tersebut.
Haji Permata diduga ditembak petugas Bea Cukai di daerah Tembilah Riau. Ada tiga tembakan bersarang di tubuhnya. “Kenapa petugas Bea Cukai sampai menembak begitu,” ujarnya.
Baca Juga:Tekanan Darah Tinggi, Wali Kota Batam Batal Divaksin
Seharusnya, kata dia, petugas bisa dengan cara lain tanpa harus mematikan.