Ini Alasan Ikan Dori Lebih Mahal, Jadi Menu Premium di Restoran

Ikan sudah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di Nusantara

Muhammad Yunus
Jum'at, 01 Januari 2021 | 09:37 WIB
Ini Alasan Ikan Dori Lebih Mahal, Jadi Menu Premium di Restoran
Cocok untuk Menu Buka Puasa, Yuk Coba Resep Ikan Dori Sambal Matah Ini. (Instagram/@desta_a)

Dagingnya membentuk serabut kecil-kecil. Kalau patin tak terlalu halus. Seratnya tidak sekecil dori.

“Jika mengamati teksturnya, dori memiliki tekstur daging yang tebal. Saat dikunyah, bagian-bagian dagingnya terasa padat dan kenyal. Kalau daging patin biasanya lebih tipis dan teksturnya lebih lunak,” imbuhnya.

Adapun soal rasa, Niko menjelaskan dori memiliki rasa dominan gurih dengan sedikit kombinasi manis. Sementara, patin murni gurih mirip daging lele.

“Biasanya, karena dori jarang dikonsumsi masyarakat awam, maka ketika menyantap patin akan terasa familiar persis ketika mengonsumsi daging patin,” jelasnya.

Baca Juga:Unggah Video Sedang Makan, Ukhti Cantik Thailand Bikin Warganet Salfok

Di Waroenk, restoran yang ia kepalai sebagai koki, Niko mengatakan menyediakan menu dori.

“Nama menunya, Finding Dori. Jadi, bahannya terdiri dari fillet daging dori kemudian kami racik dengan bumbu-bumbu khas, disajikan dengan nasi di dalam mangkuk (ricebowl),” ungkapnya.

Sementara itu, Marketing Communication and Public Relation Waroenk, Luh Sofi Wijaya menjelaskan, terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk.

Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.

Sofi menambahkan, Finding Dory disukai penikmat kuliner di Kota Kupang karena selain lezat dan bergizi, penyajian ikan ini terbilang unik. Unik yang dimaksudnya lantaran dori disajikan secara fillet lalu digoreng dengan tepung dan bumbu-bumbu khusus sehingga terasa gurih.

Baca Juga:Beli Makan Siang tapi Kardus Bungkusannya Aneh, Lelaki Ini Kebingungan

“Apalagi, dori kami sajikan garnis ala Korean Rice Bowl, sehingga boleh dibilang menjadi tren penyajian terkini di Kota Kupang,” klaimnya.

Terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk.

Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.

Sekadar diketahui, dori biasanya berasal dari perairan laut dingin di kawasan Australia, bentuknya pipih dengan kulit cokelat bermata lebar, memiliki titik hitam di sisi badannya. Kepopuleran dori lantaran dagingnya yang putih, bersih, sangat halus, dan gurih saat dimakan.

Daging dori tergolong mahal, sehingga lebih sering dijual dalam bentuk fillet. Ikan ini juga enak digoreng, dikukus, atau diberi bumbu yang sedikit kuat. Biasanya, mudah diperoleh di pasar swalayan besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini