alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Diperiksa Polda Metro Jaya, Ini Pesan Rizieq Shihab

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:30 WIB

Jelang Diperiksa Polda Metro Jaya, Ini Pesan Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab.(Youtube/Front TV)

Habib Rizieq meminta laskar maupun simpatisan tidak membuat kerumunan dan berbondong-bondong untuk datang ke kantor polisi

SuaraSulsel.id - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memberikan sinyal akan datang pada pemeriksaan terhadap dirinya di Polda Metro Jaya pada Senin (7/12/2020).

Namun, Front Pembela Islam merespons tekanan sejumlah kalangan yang khawatir pendukung Habib Rizieq Shihab akan mendatangi Polda Metro Jaya jika dia nanti diperiksa penyidik dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Habib Rizieq hingga hari ini belum memastikan apakah akan memenuhi panggilan kedua yang sudah dilayangkan Polda Metro Jaya untuk diperiksa pada Senin (7/12/2020). Tetapi sudah ada sinyal Habib Rizieq akan datang ke Polda Metro Jaya.

Melalui pengacaranya, Aziz Yanuar, Habib Rizieq meminta laskar maupun simpatisan untuk tidak datang ke kantor polisi.

Baca Juga: Ratusan Pelanggar Prokes di Pontianak Ditindak, Denda Terkumpul Rp 200 Juta

"Pesan Habib Rizieq jangan menimbulkan kerumunan. Jangan menimbulkan kerumunan dan tidak perlu berbondong-bondong untuk pemeriksaan nanti," kata Aziz.

Habib Rizieq mengingatkan laskar dan simpatisan untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Iya pokoknya pesan Habib Rizieq hindari kerumunan tidak perlu berkerumun-kerumunan saat ini. Dua hal ini kemudian harus tetap menjaga protokol kesehatan dimana pun berada," kata Aziz.

Pendukung sulit dibendung

Sosiolog Musni Umar mengusulkan kepada polisi untuk menunda rencana pemeriksaan Habib Rizieq karena dari pengalaman sebelum-sebelumnya, setiap kali Habib Rizieq diperiksa, kedatangan pendukungnya sulit dibendung.

Baca Juga: GWK Bali Kembali Dibuka

Jika pendukung tokoh FPI datang ke Polda Metro Jaya dalam waktu yang bersamaan, kerumunan massa sulit dihindarkan dan hal inilah yang paling ditakutkan karena sekarang masih pandemi Covid-19 serta jumlah kasus positif di Jakarta masih bertambah setiap hari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait