alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

China Geram, Baca Tulisan Paus Fransiskus Soal Muslim Uighur yang Malang

Muhammad Yunus Rabu, 25 November 2020 | 18:10 WIB

China Geram, Baca Tulisan Paus Fransiskus Soal Muslim Uighur yang Malang
Paus Fransiskus yang mengenakan masker menghadiri upacara perdamaian dengan perwakilan dari berbagai agama di Alun-alun Campidoglio di Roma pada 20 Oktober 2020 [AFP/Andreas Solaro].

China mengkritik Paus Fransiskus, karena isi bukunya yang baru terbit menyebutkan penderitaan kelompok minoritas Muslim Uighur di China

SuaraSulsel.id - China mengkritik Paus Fransiskus, karena isi bukunya yang baru terbit menyebutkan penderitaan kelompok minoritas Muslim Uighur di China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan, pernyataan Paus Fransiskus itu “tidak memiliki dasar faktual sama sekali".

“Orang-orang dari semua kelompok etnis menikmati hak penuh untuk bertahan hidup, berkembang, dan berkeyakinan secara bebas," kata Zhao pada konferensi pers harian.

Zhao tidak menyebutkan kamp-kamp tempat lebih dari 1 juta orang Uighur dan anggota kelompok-kelompok minoritas Muslim China lainnya ditahan.

Baca Juga: China Kecam Paus Fransiskus Karena Ungkit Persekusi Uyghur

Pemerintah AS dan pemerintah-pemerintah negara lainnya, bersama dengan kelompok-kelompok HAM, mengatakan fasilitas-fasilitas seperti penjara itu dimaksudkan untuk memisahkan muslim dari agama dan warisan budaya mereka.

Serta memaksa mereka untuk menyatakan kesetiaan kepada Partai Komunis yang berkuasa di China dan pemimpinnya, Xi Jinping.

China, yang awalnya menyangkal keberadaan fasilitas tersebut, sekarang mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas itu adalah pusat-pusat yang dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kerja dan mencegah terorisme dan ekstremisme agama secara sukarela.

Dalam buku barunya "Let Us Dream" yang akan dirilis 1 Desember, Paus Fransiskus mencantumkan “orang Uighur yang malang" di antara contoh kelompok-kelompok yang dianiaya karena kepercayaan mereka.

Paus Fransiskus menulis tentang perlunya melihat dunia dari sudut pandang lain “ke tempat-tempat dosa dan kesengsaraan, pengucilan dan penderitaan, penyakit dan kesendirian".

Baca Juga: Ketua KPK Klaim Baca How Democracies Die Tahun 2002, Padahal Terbit 2018

Di tempat-tempat penderitaan seperti itu, “Saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohingya, orang Uighur yang malang, dan Yazidi. Apa yang ISIS lakukan terhadap Yazidi benar-benar kejam. Atau, orang Kristen di Mesir dan Pakistan yang terbunuh oleh bom yang meledak saat mereka berdoa di gereja," tulis Paus Fransiskus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait