Dipecat Gereja, Pendeta Suarbudaya Harus Keluar dari Sekretariat GKA

Gereja Komunitas Anugerah (GKA)- Reformed Baptist Salemba memecat Pendeta Suarbudaya Andi Rahadian karena dituding telah melakukan kekerasan seksual

Muhammad Yunus
Selasa, 24 November 2020 | 16:22 WIB
Dipecat Gereja, Pendeta Suarbudaya Harus Keluar dari Sekretariat GKA
Pendeta Suarbudaya Andi Rahadian / [Foto: Facebook Suarbudaya Rahadian]

Jemaat menduga Pendeta Suarbudaya melakukan manipulasi, penyalahgunaan wewenang, dan tidak transparan dalam penyewaan rumah untuk kepentingan Sekretariat GKA sekaligus rumah singgah di Jalan Salak no 10, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pernyataan publik Gereja Komunitas Anugerah (GKA)- Reformed Baptist Salemba yang beredar, Selasa 24 November 2020 / [Foto: Istimewa]
Pernyataan publik Gereja Komunitas Anugerah (GKA)- Reformed Baptist Salemba yang beredar, Selasa 24 November 2020 / [Foto: Istimewa]

Pendeta Suarbudaya juga dituduh melakukan kebohongan selama proses pendampingan tahanan politik Papua di Jakarta.

Sementara Donny Rahmawan diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual yang proses hukumnya sementara berjalan.

"Secara khusus GKA meminta maaf untuk para jemaat perempuan dan LGBTIQ yang telah dilukai lewat kekerasan seksual secara verbal yang dilakukan Donny Rahmawan di hadapan para jemaat pada tanggal 22 November 2020. Serta mengutuk keras tindakan tersebut," tulis pernyataan publik Jemaat GKA, Selasa 24 November 2020.

Baca Juga:Auto Tajir, Rumah Josua Hutagalung Ketiban Meteorit Seharga Rp26 Miliar

Pendeta Suarbudaya Bantah Tudingan Gereja

Pendeta Suarbudaya Andi Rahadian membantah segala tuduhan yang ditujukan kepadanya oleh Gereja Komunitas Anugerah (GKA) Reformed Baptist Salemba, bahkan hingga melaporkan GKA ke Polda Metro Jaya.

Pendeta Suarbudaya menyatakan bahwa tuduhan itu bermula dari surat kaleng yang diterima para pengurus gereja, sehingga membuat gereja memecat dirinya dengan tidak hormat dari jabatan pendeta dan penatua.

"Klarifikasinya, ada sebuah surat kaleng yang masuk ke pengurus gereja yang menyebut berbagai tuduhan kepada saya, dan tuduhan itu sudah saya sanggah, surat kaleng itu sudah lama," kata Suarbudaya saat dihubungi Suara.com, Selasa (24/11/2020).

Meski sudah membantah semua tuduhan itu dengan bukti-bukti yang valid, pihak pengurus gereja tetap bersikukuh tidak menerima, oleh sebab itu Suarbudaya memutuskan mundur dari GKA, bukan dipecat.

Baca Juga:AMP: Pendeta Yeremia Dibunuh TNI Erat Terkait Menolak Tambang Emas Wabu

Pendeta Suarbudaya Andi Rahadian / [Foto: Facebook Suarbudaya Rahadian]
Pendeta Suarbudaya Andi Rahadian / [Foto: Facebook Suarbudaya Rahadian]

"Rupanya ada perbedaan pendapat di antara para pengurus, tapi secara sepihak keputusan itu diambil, jadi kalau dikatakan saya dipecat itu tidak tepat, karena saya terlebih dahulu sudah mengundurkan diri pada Minggu 22 November pukul 15.00 WIB, ada suratnya, ada rekaman videonya," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini