alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Simak! Cara Memastikan Apakah Kelelahan akibat Covid-19 atau Bukan

Yasinta Rahmawati Minggu, 22 November 2020 | 14:43 WIB

Simak! Cara Memastikan Apakah Kelelahan akibat Covid-19 atau Bukan
Ilustrasi pusing, sakit kepala, lelah. (Shutterstock)

Sebab kelelahan masuk daftar gejala Covid-19.

SuaraSulsel.id - Selain batuk persisten dan kehilangan indra penciuman, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat juga mencantumkan kelelahan sebagai gejala resmi Covid-19. Namun demikian, tidak berarti secara otomatis Anda terkena virus jika mengalami kelelahan.

Lantas bagaimana cara memastikan apakah kelelahan disebabkan oleh Covid-19 atau bukan?

Mengenai kelelahan akibat Covid-19 secara khusus, laporan Februari yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganalisis 55.924 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi laboratorium di China, menemukan bahwa kelelahan adalah gejala paling umum ketiga dari Covid-19 dengan 38,1% orang melaporkan gejalanya.

Dua gejala yang lebih umum menurut laporan itu adalah demam (87,9%) dan batuk kering (67,7%).

Amesh Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins mengatakan bahwa kelelahan yang disebabkan Covid-19 biasanya juga akan mengalami gejala lain, seperti nyeri otot, sakit tenggorokan dan sebagainya meski hanya terasa ringan.

Seperti dilansir dari Health, meskipun Anda mengalami berbagai gejala tersebut, juga tidak bisa langsung disimpulkan menderita Covid-19.

Ilustrasi kelelahan di pagi hari. (Shutterstock)
Ilustrasi kelelahan di pagi hari. (Shutterstock)

Dr. Adalja merekomendasikan untuk melihat kelelahan Anda sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar. "Anda harus memikirkan mengapa Anda lelah. Apakah karena kamu lari maraton atau terlambat, belajar untuk ujian?" katanya.

Maka untuk sementara, berhentilah berolahraga berat dan terlalu memaksakan diri. Karena tubuh Anda dengan jelas memberi isyarat bahwa Anda perlu istirahat.

Tentu saja, konsultasi pada dokter selalu menjadi pilihan bijak. Mereka mungkin ingin menguji Anda untuk Covid-19 atau melakukan pemeriksaan fisik, mengingat berbagai masalah kesehatan dan faktor gaya hidup juga dapat menyebabkan kelelahan.

Sebagai informasi, kelelahan akibat Covid-19 dapat bertahan cukup panjang. Hasil studi pra-cetak yang dirilis pada bulan September menemukan bahwa 52% dari 128 pasien positif Covid-19 mengalami "kelelahan terus-menerus" beberapa minggu setelah mereka didiagnosis. Terlepas dari mereka memiliki kasus virus yang ringan atau lebih parah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait