Kampung Bunga Kabupaten Gowa, Mendadak Ramai di Tengah Pandemi

Banyak pemburu bunga berdatangan. Khususnya di sore hari dan akhir pekan.

Muhammad Yunus
Senin, 16 November 2020 | 07:40 WIB
Kampung Bunga Kabupaten Gowa, Mendadak Ramai di Tengah Pandemi
Kampung Bunga di Dusun Teko, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa beberapa bulan terakhir ramai dikunjungi warga / [Foto Suarasulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

"Bahkan kami cari bunga ke hutan, sampai ke kabupaten lain. Sekarang beberapa jenis bunga kami beli dari Jawa. Seperti janda bolong, itu karena sudah jarang didapat, dan pembeli jenis bunga itu banyak. Harganya mahal," kata Daeng Minne saat ditemui, Minggu (15/11/2020).

Kampung Bunga di Dusun Teko, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa beberapa bulan terakhir ramai dikunjungi warga / [Foto Suarasulsel.id: Lorensia Clara Tambing]
Kampung Bunga di Dusun Teko, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa beberapa bulan terakhir ramai dikunjungi warga / [Foto Suarasulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

Pendapatannya lumayan. Dalam sehari bisa meraup hingga Rp 450 ribu. Belum lagi di akhir pekan. Bisa sampai jutaan.

Ribuan spesies bunga dan tanaman hias dapat dibeli disini, harganya pun beragam mulai Rp5.000 sampai ada yang harga jutaan.

Ia pun berharap ada perhatian lebih dari pemerintah setempat. Apalagi, jalan di dusun itu berlubang.

Baca Juga:Pandemi Belum Reda, Mustasyar PBNU Minta Rencana Reuni 212 Ditunda

"Pengunjung suka mengeluh jalanannya berlubang. Kalau hujan tergenang, kalau kemarau berdebu," sebutnya.

Daeng Minne berharap kampung bunga di desa itu bisa menjadi ikon baru Kabupaten Gowa.

Tidak hanya sekadar menjual dan orang beli, tapi bisa menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Jadi tidak hanya sekadar dijual dan dibeli, tapi penduduk sekitar bisa diberdayakan. Kalau perlu bagaimana agar dusun bunga menghasilkan bunga yang bisa diekspor," harapnya.

Kementerian Pertanian sendiri meminta agar Pemda setempat bisa lebih aktif memanfaatkan agrowisata berbasis florikultura seperti usaha bunga hias ini. Kementan akan membantu.

Baca Juga:Doni Monardo: Jika Kembali Langgar Protokol, Rizieq Didenda Dua Kali Lipat

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, kemarin. Ia bilang tanaman hias punya potensi ekonomi yang besar.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian akan mendorong pengembangan kawasan kampung bunga tersebut.

"Kita perlu dorong. Mereka bisa produktif di masa pandemi sekarang. Saat ini, kita memiliki berbagai varietas khas tanaman hias yang sangat dibutuhkan bahkan diminati hampir seluruh negara di dunia," ujar Syahrul.

Kampung Teko ini kata Syahrul bisa menjadi obyek wisata yang tentunya menambah kesejahteraan masyarakat.

Namun perlu adanya inovasi teknologi tanaman hias dari para pembudidaya untuk mendongkrak kualitas dan volume ekspor yang bisa menambah devisa negara.

Berbagai varietas unggul tanaman hias yang dihasilkan melalui penelitian sekaligus akan memberi dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini