Kampung Bunga Kabupaten Gowa, Mendadak Ramai di Tengah Pandemi

Banyak pemburu bunga berdatangan. Khususnya di sore hari dan akhir pekan.

Muhammad Yunus
Senin, 16 November 2020 | 07:40 WIB
Kampung Bunga Kabupaten Gowa, Mendadak Ramai di Tengah Pandemi
Kampung Bunga di Dusun Teko, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa beberapa bulan terakhir ramai dikunjungi warga / [Foto Suarasulsel.id: Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Kampung Bunga di Kabupaten Gowa, letaknya sekitar 23 Km dari Kota Makassar. Di dusun itu, terlihat bermacam jenis bunga dijejer rapi, di halaman rumah penduduk.

Dusun Teko, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang beberapa bulan terakhir ramai dikunjungi.

Setiap hari, banyak pemburu bunga berdatangan. Khususnya di sore hari dan akhir pekan. Kiri kanan di sepanjang jalan, penduduk setempat menjual bunga hias.

Dari Kota Makassar, untuk masuk di dusun ini bisa melewati dua gerbang. Bisa melewati kawasan Golf Padi Valley, bisa juga lewat Kampung Burung-burung.

Baca Juga:Pandemi Belum Reda, Mustasyar PBNU Minta Rencana Reuni 212 Ditunda

Biasanya orang lebih memilih masuk melalui kawasan Golf. Agar tidak tersesat, sebaiknya Anda bertanya. Karena tidak ada petunjuk berupa tulisan yang mengarahkan ke kampung bunga.

Memasuki kampung, kita dimanjakan dengan hamparan bunga dan tanaman hias di sepanjang jalan.

Tiap-tiap rumah di kawasan ini memiliki halaman yang penuh dengan beragam tanaman yang tersusun rapi sesuai dengan jenis-jenisnya. Para penduduk berlomba-lomba mempromosikan jenis bunganya.

Tanaman yang dijual mulai dari jenis bunga cikloka, palm, tanjung, akasia, tripayung, bambu hias, batavia, molina, tricolor, mawar, asoka, ekorbia, beringin, melati, pakis, sikas, serut, dan lain-lain.

Tanaman lain seperti cabai, dan buah-buahan juga tersedia yang dijual dengan harga yang beragam.

Baca Juga:Doni Monardo: Jika Kembali Langgar Protokol, Rizieq Didenda Dua Kali Lipat

Mengapa disebut kampung bunga? dulunya, warga disini hanya sebagian saja yang menjual bunga.

Namun, pandemi Covid-19 seolah menjadi keberkahan bagi mereka. Hampir semua warga beralih profesi menjadi penjual bunga di dusun ini.

Harga beberapa jenis tanaman hias memang merangkak naik antara tiga hingga 10 kali lipat semenjak pandemi Covid-19.

Wabah yang berjangkit di Indonesia sejak Maret 2020 ini membuat sebagian orang mengisi waktu di rumah dengan berkebun.

Salah satu penjual bunga, Daeng Minne (48 tahun) mengaku, awalnya penduduk di dusun ini hanya membudidayakan tanaman tertentu seperti bonsai, dan cabai.

Namun, akhirnya bunga dan tanaman hias ikut dikembangkan untuk tetap produktif di masa pandemi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini