Siswi SMA di Tana Toraja Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menulis surat berisi curahan hati untuk keluarganya

Muhammad Yunus
Rabu, 04 November 2020 | 14:13 WIB
Siswi SMA di Tana Toraja Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu
Ilustrasi gantung diri (Shutterstock)

SuaraSulsel.id - Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial FM (17 tahun) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan tewas gantung diri di pohon jambu.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menulis surat berisi curahan hati untuk keluarganya.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Nusantara, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel pada Rabu (4/11/2020).

Kepala Kepolisian Resor Tana Toraja AKBP Sarly Sollu mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Lusiana Sikkali (22 tahun) pukul 05.30 Wita. Saat itu, Lusiana hendak berangkat ke Pasar Makale.

Baca Juga:Pindah Agama dan Menikah Diam-diam Diduga Jadi Alasan Pengantin Bunuh Diri?

"Hendak ke Pasar Makale dan langsung melihat korban yang sudah dalam posisi tergantung di atas pohon jambu," kata Sarlly kepada SuaraSulsel.id, melalui pesan WhatsApp.

Mendapat informasi itu, polisi pun langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Petugas tiba di lokasi pukul 06.00 Wita.

Menurut Sarly, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga bahwa peristiwa yang dialami korban merupakan kasus bunuh diri.

Sebab, sebelum ditemukan meninggal dunia. Korban sempat menulis surat pada sebuah kertas.

"Diduga disebabkan karena korban sudah tidak sanggup menghadapi masalah yang menimpanya dimana korban menulis surat sebelum melakukan gantung diri," jelas Sarly.

Baca Juga:Belum Sampai 24 Jam Menikah, Pengantin Baru Ini Ditemukan Tewas Tergantung

Apalagi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Unit Identifikasi Polres Tana Toraja bersama Tim Medis Rumah Sakit Lakipadada Makale, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini