Tahapan Kampanye Pilpres AS Berakhir, 97 Juta Warga Sudah Memilih

Donald Trump atau Joe Biden yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya ?

Muhammad Yunus
Selasa, 03 November 2020 | 15:27 WIB
Tahapan Kampanye Pilpres AS Berakhir, 97 Juta Warga Sudah Memilih
Debat calon presiden Amerika Serikat Joe Biden vs Donald Trump.[Twitter]

SuaraSulsel.id - Tahapan kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat berakhir pada Selasa 3 November 2020. Kampanye yang berlangsung sengit ini disebut sangat melelahkan.

Puluhan juta pemilih telah mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri. Untuk menentukan apakah mempertahankan Presiden Donald Trump.

Sebagai pemimpin Negeri Paman Sam selama empat tahun mendatang, atau menggulingkannya dengan memberi dukungan pada penantang dari Demokrat, mantan wakil presiden Joe Biden.

Di tengah pandemi virus corona yang tak terkendali di AS, lebih dari 97 juta warga telah memberikan suara lebih awal.

Baca Juga:Pemilu AS: Trump dan Biden Berusaha Raih Suara Pemilih di Swing States

Jumlah itu melampaui dua pertiga dari seluruh penghitungan suara pada pemilu 2016 dengan hampir 139 juta ketika Trump secara tak terduga mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan menguasai Gedung Putih.

Menurut beberapa perkiraan, total penghitungan suara 2020 dapat mencapai rekor 150 juta atau lebih. Dengan banyaknya pemilih membanjiri pemungutan suara lebih awal.

Namun, sejumlah negara bagian memiliki aturan bahwa penghitungan suara bagi pemilih yang tidak mencoblos secara langsung baru bisa dimulai pada Selasa (3/11) malam atau beberapa hari kemudian untuk beberapa negara bagian.

Artinya, hasil pemilu mungkin belum dapat diketahui selama berhari-hari, tergantung seberapa kecil selisih kontestan tersebut.

Pemilihan presiden AS itu datang setelah kampanye yang agresif dan penuh dendam antara Trump dan Biden yang saling melontarkan ejekan.

Baca Juga:Pemilu Amerika: Kalah atau Menang, Trump Telah Mengubah Dunia

Sekaligus mengklaim lawan masing-masing tidak layak untuk memimpin dan dapat membawa AS dalam kehancuran.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini