Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Grab dan Gojek Dituding Sering Adu Domba Pengemudi Daring

Muhammad Yunus Jum'at, 30 Oktober 2020 | 09:21 WIB

Grab dan Gojek Dituding Sering Adu Domba Pengemudi Daring
Ilustrasi ojek online. (Suara.com/Ema Rohimah)

Ratusan aggota komunitas dan organisasi pengemudi daring roda empat di Kota Makassar mengancam mematikan aplikasi Grab dan Gojek

SuaraSulsel.id - Ratusan aggota komunitas dan organisasi pengemudi daring (driver online) roda empat di Kota Makassar mengancam mematikan aplikasi Grab dan Gojek.

Komunitas pengemud menuding, perusahaan sering mengadu domba driver. Aksi ini juga akan digelar serentak di seluruh Indonesia.

Ketua Aliansi Driver Online Individu Makassar, Mujahidin Malik atau yang akrab disapa Moja mengatakan, pengemudi melakukan hal tersebut karena kecewa dengan penyedia aplikasi Grab dan Gojek.

Moja meminta kepada perusahaan penyedia aplikasi, tidak melakukan suspend sepihak. Suspend harus sesuai aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) 118. Perusahaan juga diminta tidak melakukan politik adu domba sesama pengemudi daring.

“Penyedia aplikasi harus menjunjung tinggi demokrasi yang ada di indonesia, penyampaian pendapat telah diatur dalam UUD 1945, setiap warga negara bebas menyampaikan pendapat, jadi kami minta kepada aplikator jangan memutuskan mitra ketika menyampaikan aspirasi dengan tuduhan provokasi,” ujar Moja kepada terkini.id—jaringan suara.com, Selasa 27 Oktober 2020.

“Kami meminta seluruh aplikator yang ada di Indonesia kiranya mengikuti aturan pemerintah. Karena ini negara hokum, pelaku usaha dan pekerja harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Moja juga serukan kepada seluruh pengemudi daring baik roda dua maupun empat yang mendukung aksi tersebut untuk tidak terpancing atas video penolakan mogok massal matikan aplikasi.

“Dari teman-teman R2, aksi ini harus berjalan dengan cara damai dan kami meminta kepada rekan rekan yang mendukung perjuang ini untuk tidak melakukan order fiktif kepada rekan rekan driver yang bekerja,” ungkapnya.

Jubir Koalisi Driver Online Sulawesi Selatan, Abdul Muthalib menambahkan, melalui gerakan Off Bid Nasional yang akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2020 oleh Gertak (Gerakan Revolusi Serentak) yang dimotori oleh beberapa organisasi mitra transportasi daring.

Gerakan tersebut bertujuan meminta kepada pemerintah untuk bersikap tegas dan menindak pengusaha aplikasi nakal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait