SuaraSulsel.id - Liga Dangdut Indosiar Tahun 2020 kembali digelar. Perwakilan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah Nia.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memberikan dukungan kepada Nia Lida yang mewakili Provinsi Sulsel pada ajang Liga Dangdut Indosiar tahun 2020.
Nurdin mengajak seluruh kepala daerah di Sulsel untuk memberikan dukungan kepada Nia. Rusnia lahir di Sidrap, 3 Mei 2002. Ayahnya Muslimin berprofesi sebagai petani. Sementara ibunya Haryani, berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
“Saya mengajak kepada para Wali Kota, Bupati dan segenap lapisan masyarakat Sulawesi Selatan untuk mendukung Nia Lida, yang mewakili daerah kita, di Liga Dangdut Indosiar tahun 2020,” kata Nurdin, Senin 14 Agustus 2020 kepada terkini.id--jaringan suara.com
Baca Juga:Anggaran Pilkada Serentak di Sulawesi Selatan Belum Cair 100 Persen
“Sekali lagi, mohon doa dan dukungan ta'. Pada assidiatta mitu irennuang (Mari kita bersatu),” pungkasnya.
Untuk memberikan dukungan kepada Nia Lida membawa nama baik Provinsi Sulsel pada tingkat nasional. Untuk itu, mari mendukung perjuangannya dengan cara:
Ketik Lida (Spasi) Nia kirim SMS ke 97288 atau vote melalui aplikasi vidio.
Indosiar keluarkan kebijakan rapid test
Artis yang mau manggung atau mengisi acara di kompleks Studio Indosiar harus rapid test. Sebab baru saja ditemukan belasan pegawai positif corona di sana.
Baca Juga:Jadi Tersangka, Ini Ocehan Lia Ladysta yang Bikin Syahrini Sakit Hati
Studio Indosiar itu di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Studio Indosiar lockdown sementara waktu.
Sebanyak 13 karyawan di sana positif corona.
"IEP juga mengkaji Kebijakan Protokol Kesehatan atau Standard Operating Procedure (SOP) penerimaan tamu dan artis di kompleks studio Daan Mogot. Tamu dan artis yang akan memasuki kawasan studio studio di Daan Mogot diwajibkan untuk menjalankan rapid test terlebih dahulu," tulis Direktur Indonesia Entertainmen Grup (IEG) Indra Yudhistira dalam pernyataan persnya, Selasa (15/9/2020).
Selain artis, seluruh tamu yang datang ke studio harus rapid test.
lebih lanjut Indra menjelaskan ke-13 karyawan itu dari Indonesia Entertainmen Produksi atau IEP.
IEP sendiri merupakan salah satu unit usaha IEG yang tergabung dalam grup Surya Citra Media Tbk (SCM), yang memproduksi program-program hiburan untuk SCTV dan INDOSIAR.
Ke-13 karyawan positif corona itu ketahuan setelah pihak perusahaan menggelar rapid test dan swab test terhadap para karyawannya.
"Dari hasil swab test terakhir hingga saat ini, ditemukan 13 (tiga belas) kasus positif," tulis Indra Yudhistira.
Pihak manajemen IEP telah mengambil langkah antisipasi.
Salah satunya dengan menutup studio yang berlokasi di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat untuk sementara waktu.
"Kami melakukan penutupan kompleks Studio di Daan Mogot dan menghentikan produksi program terhitung sejak tanggal 14 hingga 18 September 2020," sambung Indra.
Penutupan studio juga berbarengan dengan sterilisasi di seluruh fasilitas.
Misalnya peralatan produksi dan studio, melanjutkan swab test secara komprehensif kepada karyawan, dan lain sebagianya.
"Mengkomunikasikan kondisi yang ada kepada artis dan pengisi acara selama seminggu terakhir, serta melakukan swab test terhadap mereka," beber dia.
Pihaknya juga telah melaporkan temuan kasus positif Covid-19 ke Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat.
"Di lokasi kami akan menyediakan tenaga medis untuk melakukan rapid test terhadap tamu dan artis yang akan masuk ke kawasan studio kami,” beber Indra.