Geger Mantan Dosen Lakukan Pelecehan Seksual Berkedok Penelitian Swinger

Ia mengaku kerap dihantui oleh fantasi seks tentang swinger.

Husna Rahmayunita
Senin, 03 Agustus 2020 | 15:19 WIB
Geger Mantan Dosen Lakukan Pelecehan Seksual Berkedok Penelitian Swinger
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak lagi melakukan kebohongan ini.

Apa yang saya lakukan selama ini tidak diketahui oleh istri saya. Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke psikolog maupun psikiater agar bisa terbebas dari penyimpangan ini.

Kemudian terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semuala konsekuensi hukum," demikian bunyi unggahan tersebut yang masih tersimpan dalam beberapa tangkapan layar.

Respons Kampus UNU

Baca Juga:Bakar Bendera Merah Putih, MA Ingin Ubah NKRI Jadi Kerajaan Mataram

Rektor UNU Purwo Santoso buka suara terkait pengakuan Bambang Arianto yang mencatut nama universitasnya. Ia tak menampik bahwa yang bersangkutan pernah mengajar di UNU.

Purwo Santoso menjelaskan bahwa Bambang Arianto merupakan pengajar tamu yang diperbantukan untuk mengajar di UNU lantaran dikenal memikiki kompetensi yang baik di bidang menulis.

"Yang saya perlu klarifikasi bahwa dia [Bambang Arianto] mencatut seperti nama yang ada di video. Dia mencatut nama NU dan UGM," terangnya saat dihubungi Suara.com.

Kendati begitu, terkait bidang akademik yang dimiliki Bambang Arianto sebagai peneliti Akuntansi Forensik LPPM UNU Yogyakarta, Purwo Santoso mengaku bahwa di kampusnya tak ada prodi tersebut.

Pihaknya pun hingga kekinian belum mengambil sikap mengenai pencatutan nama UNU yang dilakukan oleh Bambang Arianto.

Baca Juga:Jelang Pilkada Pasaman Barat, Kadisdik Dituduh Galang Dukungan Untuk Bupati

"Kami belum ambil keputusan, nanti malam baru dilakukan rapat. Masih mengagendakan dalam rapat dengan pimpinan terhadap persoalan ini," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini