Muhammad Yunus
Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB
Pertalite dengan dua warna berbeda beredar di masyarakat. Pengguna bingung mau pilih warna apa yang bagus untuk kendaraan [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]
Baca 10 detik
  • Profesor Unhas menyatakan perbedaan warna Pertalite terjadi akibat variasi zat pewarna tanpa menurunkan kualitas bahan bakar.
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh produk BBM telah melalui pemeriksaan ketat sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
  • Pengujian laboratorium secara independen diperlukan untuk membuktikan secara transparan apakah bahan bakar mengalami kontaminasi atau penyimpanan lama.

Hasil pemeriksaan tersebut juga perlu disampaikan secara transparan kepada publik.

Ia menyebut pengujian perlu mencakup komposisi kimia dan karakteristik volatilitas bahan bakar.

Dengan begitu, dapat diketahui apakah perbedaan warna dan bau hanya variasi karakteristik produk, berkaitan dengan penyimpanan, atau justru menunjukkan adanya kontaminasi.

"Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM tidak cukup dibangun melalui pernyataan bahwa produk telah memenuhi standar. Jaminan harus perlu diperkuat dengan hasil pengujian yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ungkapnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan Pertalite yang disalurkan kepada masyarakat telah memenuhi spesifikasi dan standar mutu yang ditetapkan pemerintah.

Perbedaan tampilan warna, menurut Pertamina, tidak serta-merta menunjukkan perubahan kualitas atau penurunan mutu BBM.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan setiap produk BBM menjalani pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan dari depot hingga disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Pertamina Patra Niaga terus menjaga konsistensi kualitas BBM melalui pemeriksaan dan pengawasan pada tahapan distribusi. Sebelum didistribusikan dari depot dan disalurkan ke SPBU, produk sudah melalui pemeriksaan kualitas," kata Lilik.

Ia menjelaskan Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 0486.K /10/ DJM.S/ 2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Baca Juga: Viral Ikan Asin Disemprot Baygon, Alumni Perikanan Unhas Tawarkan Solusi Aman

Salah satu parameter yang diatur dalam spesifikasi tersebut adalah Reid Vapour Pressure (RVP), yakni parameter yang berkaitan dengan tekanan uap dan karakteristik penguapan bahan bakar.

Karakteristik penguapan BBM dapat dipengaruhi temperatur. Semakin tinggi suhu penyimpanan, penguapan dapat berlangsung lebih cepat.

"Perbedaan tampilan warna yang terlihat pada produk tidak menunjukkan adanya perubahan kualitas maupun penurunan mutu BBM," tegasnya.

Meski begitu, Lilik mengakui penyebab perbedaan warna dan aroma tidak bisa dipastikan hanya melalui pengamatan visual maupun penciuman.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah sampel BBM memenuhi seluruh parameter mutu yang berlaku.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir selama Pertalite yang digunakan memenuhi spesifikasi.

Load More